Harga minyak naik menyusul tanda-tanda bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan kebuntuan di Selat Hormuz mengalami hambatan. Gedung Putih mengatakan tidak tertarik untuk menghidupkan kembali memorandum kesepahaman bulan Juni dengan Iran, yang memunculkan keraguan baru mengenai adanya pemulihan berkelanjutan dalam arus energi melalui jalur tersibuk paling penting di dunia. West Texas Intermediate naik 1,6% menjadi mendekati $84 per barel, sementara Brent untuk pengiriman Oktober ditutup mendekati $90 di tengah perdagangan yang tipis menjelang berakhirnya kontrak hari Jumat. Sejak itu, harga melemah pada perdagangan awal Jumat di Eropa, dengan WTI di $83,29 (-0,29%) dan Brent di $89,37 (-0,37%).

Washington mengonfirmasi dan kemudian mengulang bahwa pihaknya tidak sedang berunding dengan Iran, meski negara-negara lain terus menjalankan kanal diplomatik mereka sendiri. Hal itu memunculkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah bisa berlarut lebih lama daripada yang diperkirakan pasar.

Komandan CENTCOM, Laks. Brad Cooper, mengatakan pasukan AS telah menyapu jalur transit yang diakui secara internasional melalui Selat Hormuz dari ranjau laut Iran, sehingga menyingkirkan ancaman besar bagi pengiriman komersial. CENTCOM juga mengatakan pasukan AS telah mengawal hampir 1.500 kapal niaga melalui selat dalam beberapa bulan terakhir, membawa hampir 750 juta barel minyak mentah ke pasar global, meski itu adalah perkiraan militer, bukan verifikasi independen berdasarkan hitungan kapal satu per satu. Bahkan setelah ranjau dibersihkan, lalu lintas melalui selat masih jauh lebih rendah dari kondisi normal, berjalan hanya 5% hingga 15% dari level sebelum krisis.

Aliran minyak mentah melalui selat merayap naik karena produsen Timur Tengah meningkatkan ekspor untuk mengimbangi ancaman Iran yang masih terus membayangi pengiriman, sebuah pergeseran yang membantu menahan harga minyak global. Para pedagang yang memantau aktivitas kargo memperkirakan volume saat ini berada pada kisaran sekitar 6 juta hingga 8 juta barel per hari yang melewati titik penghubung sempit (chokepoint). Aliran sempat menurun pada bulan Juli setelah Iran melancarkan gelombang serangan terhadap kapal supertanker, dan kini masih berjalan pada sekitar setengah dari level sebelum perang.

Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz terbuka, seraya mencatat bahwa 24 kapal bergerak melalui jalur perairan tersebut semalam, sebuah kemungkinan tanda bahwa kondisi pengiriman mulai berbalik. Pernyataan itu muncul setelah pasukan AS membersihkan jalur yang diakui secara internasional di selat tersebut dari ranjau Iran. Trump juga berpendapat Iran pada dasarnya sedang mengarah ke kesepakatan, dengan mengatakan Teheran "memohon" untuk perundingan, meski ia menambahkan bahwa ia tidak tertarik untuk duduk bersama pejabat Iran sendiri.

Sementara itu, Angkatan Darat AS mengatakan Iran belum mengekspor bahkan satu barel minyak sejak blokade laut dimulai, memutus arus pendapatan penting bagi Teheran—sebuah tekanan yang dapat semakin memperketat pasokan global selama blokade itu berlangsung. Anggota parlemen Iran Amir Hayatmoghadam menepis pernyataan tersebut pada Kamis, dengan menegaskan bahwa Iran mengendalikan Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, atau negara "bermusuhan" lainnya masuk ke wilayah tersebut.

Kekhawatiran atas kemungkinan meluasnya perang Rusia-Ukraina juga meningkat, menyusul laporan bahwa Direktur CIA John Ratcliffe melakukan perjalanan rahasia ke Moskow untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang NATO. Dalam kunjungan itu, Ratcliffe melukiskan gambaran suram tentang upaya perang Rusia kepada kepala layanan intelijen FSB, dengan mengatakan bahwa sudah saatnya melakukan perundingan serius sebelum posisi militer dan ekonomi Moskow memburuk lebih jauh. Pejabat yang diberitakan berharap bahwa jika Ratcliffe menyampaikan pesan itu secara langsung akan memiliki bobot lebih besar bagi Vladimir Putin—sebuah cerminan dari keraguan yang sudah lama ada di kalangan analis CIA tentang apakah pemimpin Rusia itu mendapatkan penilaian yang jujur mengenai perang dari orang-orangnya sendiri.