Berdasarkan data historis dan analisis pasar, harga Bitcoin (BTC) sering mengalami fluktuasi sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek (Spring Festival), yang sering disebut oleh komunitas sebagai "Penjualan Tahun Baru Imlek". Ini mungkin terkait dengan faktor-faktor seperti investor Asia (terutama China) yang mencairkan aset sebelum liburan, berkurangnya likuiditas, dan penjualan oleh penambang. Pola historis menunjukkan bahwa harga cenderung turun 1-4 minggu sebelum tahun baru, tetapi tidak mutlak (seperti pembalikan pada tahun 2023). Saya mendefinisikan "sebelum tahun baru" sebagai 30 hari sebelum tanggal tahun baru (sekitar 1 bulan), menghitung persentase perubahan harga (dari awal hingga akhir periode), harga tertinggi/rendah, serta volatilitas sederhana ((Tertinggi-Rendah)/Harga Awal*100%)

Pada tahun pasar bearish (seperti 2018, 2022), fluktuasi sebelum tahun baru meningkat, dengan penurunan yang lebih tajam.

Pengecualian: Tahun 2023 mengalami kenaikan yang berlawanan, mungkin karena ekspektasi ETF dan masuknya institusi.

Volatilitas: Rata-rata 15-40%, tahun dengan volatilitas tinggi (seperti 2018) melebihi 100%, mencerminkan risiko likuiditas selama liburan.

Selama Tahun Baru Imlek 2026, harga saat ini telah turun 25%, jika kondisi makro membaik (seperti penurunan suku bunga), mungkin akan rebound; jika tidak, penurunan akan berlanjut. Disarankan untuk memperhatikan level support $68000 #小非农数据不及预期 #以太坊L2如何发展? #易理华旗下TrendResearch减仓 #BTC市场影响分析 $BTC $ETH