Di tengah gejolak yang mengguncang dunia kripto, pendiri ARK Fund, Catherine Wood—yang akrab disapa “Si Papan Kayu”—setiap geraknya selalu menarik perhatian pasar. Baru-baru ini, ia kembali menunjukkan gaya investasinya yang khas—terus menambah posisi Bitcoin (BTC), dan saat pasar berfluktuasi, ia memanfaatkan penurunan untuk memburu harga murah. Fenomena ini tentu membuat kita bertanya: ketika harga Bitcoin naik-turun, mengapa “Si Papan Kayu” tetap begitu teguh? Menilik kembali sejarah, penampilan “Si Papan Kayu” di pasar Bitcoin dapat dibilang berliku-liku. Mulai dari keputusan tegas saat harga Bitcoin melonjak pada 2017, lalu tetap bertahan di tengah musim dingin pasar pada 2018, hingga kini menambah posisi saat harga turun—strategi investasinya selalu satu prinsip: kepemilikan jangka panjang, dan menyerap saat harga rendah. Filosofi investasinya yang stabil membuatnya meraih reputasi sebagai “petarung lama” di dunia kripto. Perlu dicatat, saat menambah posisi Bitcoin, “Si Papan Kayu” tidak mengabaikan peluang investasi pada mata uang kripto lainnya. ARK Fund yang ia kelola mencakup banyak proyek kripto berkualitas, seperti Ethereum, Ripple, dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki pemahaman dan kendali yang mendalam atas keseluruhan pasar kripto. Namun, ketika volatilitas harga Bitcoin semakin meningkat, mengapa “Si Papan Kayu” tetap memilih untuk menambah posisi saat harga turun? Mungkin, ia melihat Bitcoin sebagai “digital
$BTC $ETH $SOL
$BTC $ETH $SOL