Gedung Putih menolak gencatan senjata, minyak Brent kembali ke 90 dolar: Bab kedua krisis energi datang
Di luar bursa saham AS, ada satu pasar lain yang diam-diam mulai bergejolak: minyak mentah.
Brent hanya dalam semalam kembali menembus di atas 90 dolar, naik hampir 3%; WTI juga naik 1,6%, menjadi 83,5 dolar.
Pemicunya sangat jelas: Gedung Putih menolak memulihkan perjanjian gencatan senjata dengan Iran, sehingga ekspektasi bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan diplomatik sepenuhnya pupus.
Yang membuat situasi makin panas, kilang minyak Rusia diserang hingga menghentikan produksi, sementara stok solar AS turun ke level terendah historis untuk periode yang sama—risiko pasokan produk minyak pun langsung melonjak.
Ditambah lagi, volume pengiriman di Selat Hormuz baru pulih ke 75% dari kondisi sebelum perang; setiap tetes minyak menjadi semakin berharga.
Kemarin saham teknologi menghisap habis oksigen pasar, hari ini giliran saham energi dan ekspektasi inflasi untuk bersuara.
Begitu harga minyak naik, keyakinan The Fed untuk menaikkan suku bunga ikut bertambah. Malam ini, Powell berbicara di Jackson Hole—tekanan semuanya ada di pundaknya. $CL