Pasar beralih ke periode transaksi pemilihan paruh waktu AS

Pasar modal kini resmi memasuki fase transaksi pemilihan paruh waktu AS. Dalam dua bulan ke depan, arus utama pasar akan berpusat pada pertarungan antara kebijakan pemilu dan situasi geopolitik.

Di tengah eskalasi konflik di kawasan, minyak mentah telah beralih dari komoditas biasa menjadi komoditas strategis. Selain kebutuhan konsumsi pasar, cadangan strategis berbagai negara serta kebutuhan militer menjadi dukungan yang bersifat kaku di tingkat negara. Pandangan pasar meyakini bahwa setelah pemilu paruh waktu usai, penekanan buatan terhadap harga minyak akan dilepaskan. Ditambah lagi dengan meningkatnya kembali situasi di Timur Tengah, minyak mentah Brent berpotensi menembus US$100. Dalam kondisi geopolitik yang ekstrem, kisarannya bahkan bisa terlihat di level US$120–150.

Dalam waktu dekat, saham AS ditutup sedikit menguat. Saham teknologi memimpin kenaikan indeks, didorong oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menurun serta harga minyak yang kembali melemah. Sebelumnya pasar memperhitungkan eskalasi konflik AS-Iran. Namun kini, berbagai negara mengeluarkan sinyal pelonggaran; AS menyesuaikan penempatan diplomasi di Timur Tengah. Penetapan harga terhadap risiko black swan terus merosot.

Selama periode pemilu, demi meraih suara, kebijakan akan sengaja menekan harga minyak, sekaligus mengangkat pasar saham, sehingga menciptakan peluang jendela secara bertahap.

Melihat kembali pergerakan sebelumnya, pada bulan Mei melakukan posisi emas dan memicu pasar bull. Pada bulan Juni melakukan posisi minyak mentah, dengan harga minyak sempat melonjak hingga mendekati US$95. Saat ini dipandang sebagai momentum untuk melakukan putaran kedua atas posisi minyak mentah. Penekanan buatan yang muncul akibat pemilu justru menjadi landasan bagi pergerakan setelahnya.

Untuk kelanjutan pergerakan, perlu memantau sekaligus dinamika kebijakan pemilu dan perubahan situasi geopolitik Timur Tengah. Komoditas dan saham AS akan terus terganggu oleh dua faktor besar tersebut.