Bitcoin baru-baru ini bergerak dalam kisaran sempit di sekitar 80.000 dolar AS. Kisaran ini sedang menjadi titik pemisah antara long dan short untuk jangka pendek. Tekanan jual di atasnya belum sepenuhnya terserap; jika harga mengalami koreksi ke bawah, pasar berpotensi mencari kembali area penopang yang baru.
Pada 25 Agustus, Bitcoin sempat menembus hingga lebih dari 81.000 dolar AS, namun segera mendapat hambatan dan turun kembali. Setelah itu, harga kembali berkonsolidasi di sekitar 80.000 dolar AS. Posisi ini penting tidak hanya karena efek level angka bulat, tetapi juga karena letaknya yang berdekatan dengan puncak sebelumnya serta area kepemilikan yang terkonsentrasi di rantai (on-chain).
Perbandingan dengan pergerakan historis menunjukkan bahwa struktur harga saat ini memiliki kemiripan dengan fase dasar pada akhir 2022. Setelah keluar dari tren penurunan, harga terlebih dahulu menguji puncak sebelumnya, lalu terjadi koreksi sekali lagi, dan barulah kemudian memasuki fase kenaikan yang lebih jelas. Mengikuti pola tersebut, puncak sekitar 83.000 dolar AS yang terbentuk pada bulan Mei masih menjadi level resistensi yang perlu ditembus saat ini.
Data sebaran harga UTXO yang sudah terealisasi di on-chain menunjukkan bahwa sekitar 975.000 BTC berada pada kisaran akumulasi antara 83.307 hingga 84.569 dolar AS. Ini berarti di area tersebut terkumpul banyak potensi penawaran dari para pemegang; jika harga terus naik, pertama-tama pasokan di zona tersebut perlu dicerna.
Sinyal lain datang dari margin profit trader di on-chain. Indikator ini saat ini sekitar 25%. Dalam setahun terakhir, level serupa kerap disertai peningkatan aksi ambil untung, sehingga memunculkan tekanan untuk koreksi jangka pendek.
Jika tekanan jual berlanjut, kisaran fokus berikutnya berada di antara 76.996 hingga 78.258 dolar AS. Pada posisi yang lebih rendah, area berikutnya terlihat di sekitar 63.111 dolar AS. Jika harga turun ke zona-zona tersebut, kemungkinan akan menarik sebagian dana untuk masuk kembali.
Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan terus di atas 80.000 dolar AS dan mempertahankan kekuatan penutupan pada level harian maupun mingguan, maka pergerakan jangka pendek akan lebih menguntungkan bagi pihak long.
Dari sisi fundamental, Bitcoin spot ETF mencatat sekitar 2 miliar dolar AS arus masuk bersih pada pekan lalu, yang menjadi performa mingguan terkuat dalam 10 bulan terakhir. Arus dana ini menjadi penopang bagi harga dalam waktu dekat, sementara pemungutan suara terhadap undang-undang AS《CLARITY Act》yang akan berlangsung pada bulan September juga berpotensi menjadi pemicu peristiwa berikutnya yang mendorong volatilitas pasar.
Pada 25 Agustus, Bitcoin sempat menembus hingga lebih dari 81.000 dolar AS, namun segera mendapat hambatan dan turun kembali. Setelah itu, harga kembali berkonsolidasi di sekitar 80.000 dolar AS. Posisi ini penting tidak hanya karena efek level angka bulat, tetapi juga karena letaknya yang berdekatan dengan puncak sebelumnya serta area kepemilikan yang terkonsentrasi di rantai (on-chain).
Perbandingan dengan pergerakan historis menunjukkan bahwa struktur harga saat ini memiliki kemiripan dengan fase dasar pada akhir 2022. Setelah keluar dari tren penurunan, harga terlebih dahulu menguji puncak sebelumnya, lalu terjadi koreksi sekali lagi, dan barulah kemudian memasuki fase kenaikan yang lebih jelas. Mengikuti pola tersebut, puncak sekitar 83.000 dolar AS yang terbentuk pada bulan Mei masih menjadi level resistensi yang perlu ditembus saat ini.
Data sebaran harga UTXO yang sudah terealisasi di on-chain menunjukkan bahwa sekitar 975.000 BTC berada pada kisaran akumulasi antara 83.307 hingga 84.569 dolar AS. Ini berarti di area tersebut terkumpul banyak potensi penawaran dari para pemegang; jika harga terus naik, pertama-tama pasokan di zona tersebut perlu dicerna.
Sinyal lain datang dari margin profit trader di on-chain. Indikator ini saat ini sekitar 25%. Dalam setahun terakhir, level serupa kerap disertai peningkatan aksi ambil untung, sehingga memunculkan tekanan untuk koreksi jangka pendek.
Jika tekanan jual berlanjut, kisaran fokus berikutnya berada di antara 76.996 hingga 78.258 dolar AS. Pada posisi yang lebih rendah, area berikutnya terlihat di sekitar 63.111 dolar AS. Jika harga turun ke zona-zona tersebut, kemungkinan akan menarik sebagian dana untuk masuk kembali.
Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan terus di atas 80.000 dolar AS dan mempertahankan kekuatan penutupan pada level harian maupun mingguan, maka pergerakan jangka pendek akan lebih menguntungkan bagi pihak long.
Dari sisi fundamental, Bitcoin spot ETF mencatat sekitar 2 miliar dolar AS arus masuk bersih pada pekan lalu, yang menjadi performa mingguan terkuat dalam 10 bulan terakhir. Arus dana ini menjadi penopang bagi harga dalam waktu dekat, sementara pemungutan suara terhadap undang-undang AS《CLARITY Act》yang akan berlangsung pada bulan September juga berpotensi menjadi pemicu peristiwa berikutnya yang mendorong volatilitas pasar.

