Custody tidak seksi, tapi ia adalah penjaga gerbang. Semua yang bersifat institusional menunggu itu.

Ada argumen terperinci yang beredar bahwa pembaruan aturan custody dari SEC adalah hal yang akhirnya membuka pintu bagi uang besar untuk mengalir ke DeFi. Logikanya masuk akal — pelaku institusional tidak akan menyentuh apa pun sampai urusan tata kelola peraturannya beres.

Tapi di sinilah saya pikir letak hambatan sesungguhnya: pemberian pinjaman (lending).

Meja kolateral tidak hanya menginginkan sebuah aset. Mereka menginginkan arus kas yang dapat diprediksi yang bisa mereka model, uji stres, dan mengukur risiko di sekitarnya. Imbal hasil DeFi volatil, risiko protokol tidak transparan, dan kegagalan smart contract tidak pas masuk ke simulasi Monte Carlo dengan rapi.

Jadi, sekalipun custody sudah terselesaikan, hambatannya bergeser. Institusi mungkin akan menaruh aset di custody, tentu. Tetapi benar-benar memutar modal itu agar bekerja di lending DeFi? Di situlah biasanya macetnya. Infrastruktur mungkin sudah siap, tapi kerangka risiko belum.