Dalam fase hiper-kepesimisan, kabar buruk tambahan kehilangan kekuatannya untuk mendorong aksi jual lebih lanjut. Bahwa kabar buruk sudah diperhitungkan (bad-news-is-priced-in) bukanlah kebenaran mutlak, namun risiko secara besar-besaran dilepaskan di tengah suasana suram yang mendalam.