Aku tidak tahu apakah semua orang sudah menyadari bahwa semakin hari semakin banyak orang tidur di jalanan di Guangzhou. Di bawah beberapa jembatan layang, di bangku taman, di KFC dan McDonald's yang buka 24 jam—mereka semua telah menjadi tempat bagi orang-orang tunawisma untuk tidur. Banyak di antara mereka adalah para penunggak utang; mereka sebenarnya punya rumah, tetapi tidak mampu untuk kembali. Ada yang tidak lagi punya tenaga untuk bekerja, dan pabrik-pabrik pun tidak mau menerima mereka! Ada yang sudah berbulan-bulan tidak mandi, dan tidak ada tempat yang mau mempekerjakan mereka. Yang lain adalah pengendara antar makanan paruh waktu yang tinggal langsung di dalam tenda! Alasannya beragam. Mereka tidak menyewa rumah atau menginap di hotel; mereka hanya suka tidur di jalan. Bahkan, pernah sekali aku bertemu dengan seorang pria yang mengalami gangguan jiwa yang sedang berbicara sendiri! Ada juga perempuan gelandangan yang memungut botol sambil berkeliaran. Siapa yang mau tidur di jalan kalau bukan karena terdesak?