PERINGATAN DI WASHINGTON: PERANG DENGAN IRAN DAPAT MELEMAHKAN PERTAHANAN AS TERHADAP CHINA

Perang melawan Iran tengah menciptakan kekhawatiran strategis yang makin besar di dalam Pentagon: Amerika Serikat menghabiskan amunisi dengan laju yang dapat mengganggu kemampuannya menghadapi kemungkinan krisis di Indo-Pasifik. (The Washington Post)

Masalah ini terutama mengkhawatirkan sekutu-sekutu Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Perang di Timur Tengah menuntut jumlah besar rudal pertahanan udara dan persenjataan lain yang juga akan menjadi hal penting dalam konflik yang mungkin terjadi melawan China.

Menurut analisis yang dikutip oleh The Washington Post, latihan militer menunjukkan bahwa konflik yang melibatkan Taiwan dapat dengan cepat menghabiskan cadangan rudal jarak jauh. Dalam beberapa skenario, ribuan rudal dapat digunakan dalam hitungan minggu.

🇺🇸 Washington mencoba mempercepat produksi. Lockheed Martin menerima kontrak sebesar US$ 58,6 miliar untuk secara signifikan meningkatkan pembuatan pencegat Patriot hingga 2030. Namun ada kendala yang sulit diatasi: waktu. Industri pertahanan tidak dapat membangun kembali cadangan strategis dengan kecepatan yang sama saat cadangan itu dikonsumsi.

🇨🇳 Bagi Beijing, situasi ini bisa menjadi peluang. China memiliki persenjataan rudal balistik, hipersonik, dan anti-kapal yang jauh lebih besar dan lebih canggih daripada Iran, sehingga potensi konfrontasi di Pasifik mungkin akan jauh lebih menuntut bagi AS.

Hasilnya adalah kemungkinan “jendela kerentanan” bagi Washington: sementara AS menghabiskan sumber daya di Timur Tengah, China terus meningkatkan kemampuan militernya di Indo-Pasifik.

Pertanyaan besar sekarang justru menggelisahkan: jika krisis baru muncul di Asia sebelum cadangan AS sempat dibangun kembali, apakah Amerika Serikat memiliki cukup persenjataan untuk merespons? (The Washington Post)

#AS #China #Iran #Taiwan #Geopolitik #Pertahanan #Pentagon #Militer #IndoPasifik