Pertarungan antara dua raksasa pasar uang di DeFi semakin mengencang! 🔥
Di satu sisi, @aave menempati peringkat ke-2 aplikasi di DeFi berdasarkan AUM (aset dalam pengelolaan), diikuti sangat dekat oleh @Morpho di peringkat ke-3. Mereka telah menjadi rujukan utama untuk pinjaman/peminjaman terdesentralisasi, dan pertumbuhan mereka baru saja dimulai. 🚀
Di mana gelombang pertumbuhan berikutnya bersembunyi?
Elle viendra des actifs "non-natifs" de la crypto, c'est-à-dire l'intégration de nouvelles classes d'actifs tokenisées :
1️⃣ Saham (Equities) : tokenisasi pasar saham terus berkembang. Nanti, pengguna bisa dengan mudah meminjam menggunakan portofolio saham mereka sebagai jaminan, baik di Morpho maupun AAVE. 📈
2️⃣ Aset terobosan / kelimpahan (Aset Kelimpahan/Abundance Assets) : Seperti yang disorot oleh @StaniKulechov, dekade berikutnya akan menyaksikan munculnya inovasi besar di sektor-sektor seperti nuklir, energi, biotech, komputasi berperforma tinggi, robotika, dan luar angkasa. Tokenisasi dan likuiditas on-chain menjadi mesin penggerak pertumbuhan mereka, dan AAVE/Morpho akan menjadi tuan rumah alami. ⚡️
3️⃣ RWA lainnya (Aset dunia nyata) : Obligasi, kredit privat, dana tokenisasi... Instrumen keuangan tradisional ini secara bertahap terintegrasi ke dalam ekosistem DeFi. 🏛️
4️⃣ Stablecoin non-USD : adopsi pasangan yang tidak dilabeli dalam dolar meningkat (seperti Peso Meksiko yang baru-baru ini diperkenalkan di Morpho). Efek jaringan akan memainkan peran kunci untuk integrasi mata uang kuat lainnya di masa depan, seperti Euro. 💶
📊 Dari sisi valuasi:
• AAVE : ~2B$ dari Market Cap (FDV serupa).
• Morpho : ~1.7B$ dari Market Cap (FDV ~2.6B$).
💡 Pertanyaan besar:
Bisakah keduanya mencapai 100 miliar dolar AUM?
Secara pribadi, menurut saya iya. 🤝
Dan kalian, yang mana di antara dua protokol ini paling sering kalian gunakan dalam strategi kalian? Tulis di komentar! 👇
#DeFi #AAVE #Morpho #RWA #CryptoAnalysis


