AS beralasan keamanan nasional melarang sebagian perangkat energi buatan luar negeri untuk terhubung ke jaringan listrik. Di Tiongkok, perhatian utama ada pada komponen dan suku cadang elektronik. Ini bukan kebijakan yang secara langsung menargetkan industri kripto, tetapi akan menimbulkan efek penularan yang jelas di sisi penawaran infrastruktur komputasi. Listrik AS untuk transformator listrik sudah lama bergantung pada impor, sementara kapasitas produksi dalam negeri tidak cukup untuk mendukung ekspansi jaringan listrik dan penyambungan pembangkit energi baru. Setelah larangan diberlakukan, waktu pengiriman transformator akan terus memanjang, dan waktu antrean untuk koneksi ke jaringan hanya akan bertambah. Penambang Bitcoin dan pusat data AI yang menggunakan jaringan listrik eksisting akan mengalami hambatan perangkat keras; artinya, titik waktu ketika proyek komputasi baru mendapatkan akses listrik kemungkinan besar akan bergeser ke depan. Secara spesifik: pertama, siklus pengiriman Transformer telah memanjang dari beberapa bulan sebelumnya menjadi lebih dari satu tahun, dan larangan ini dapat membuat periode tersebut semakin memburuk. Kedua, biaya produksi di dalam negeri AS lebih tinggi dibanding impor; kenaikan harga satuan perangkat akan meningkatkan belanja modal untuk peningkatan jaringan listrik, yang pada akhirnya tercermin dalam tarif listrik PPA. Ketiga, jika larangan diperluas ke inverter atau sistem penyimpanan energi, dampaknya bukan lagi hanya di sisi jaringan listrik, melainkan pada logika penetapan harga seluruh sektor energi baru. Ke depan, hal yang perlu diperhatikan adalah daftar produk spesifik yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan AS, serta apakah Kanada dan Eropa akan mengikuti persyaratan serupa terkait lokalisasi produk dalam negeri.