#chinaopposesusproposed7.5%tariff
China Menggarisbawahi Batas: Tegas Menolak Tarif Tambahan 7,5% AS sebagai Perundungan Dagang yang Berkedok
BEIJING – China melontarkan sindiran tajam terhadap usulan pemerintah AS untuk mengenakan tarif tambahan 7,5% pada impor dari China, dengan menilai langkah itu sebagai tindakan unilateralisme dan proteksionisme yang terang-terangan, serta berbahaya karena mempolitisasi isu perdagangan.
AS membenarkan tindakannya dengan dalih "kapasitas berlebih," meluncurkan investigasi berdasarkan Pasal 301 yang menargetkan 16 negara/wilayah ekonomi, termasuk China. Berbicara dalam konferensi pers rutin pada 27 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Perdagangan Huang Ling menyatakan penolakan China dengan tegas, menekankan bahwa taktik seperti itu merusak prinsip perdagangan yang adil dan kerja sama multilateral.
Beijing berjanji untuk memantau secara saksama dan menilai secara komprehensif langkah-langkah lanjutan AS, sekaligus secara tegas menyisakan hak untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi kepentingan sahnya. Ini bukan sekadar sengketa tarif—ini adalah ujian mendasar apakah perdagangan global akan diatur oleh aturan atau oleh keinginan sepihak satu negara. Pesan China tidak terbantahkan: pemaksaan tidak akan dihadapi dengan kepatuhan, dan setiap upaya untuk mempersenjatai perdagangan akan ditanggapi dengan ketegasan. Dunia kini menyaksikan apakah Washington memilih konfrontasi alih-alih dialog yang konstruktif. #Write2Earn $NVDAB $NVDA.US $AAPLB
China Menggarisbawahi Batas: Tegas Menolak Tarif Tambahan 7,5% AS sebagai Perundungan Dagang yang Berkedok
BEIJING – China melontarkan sindiran tajam terhadap usulan pemerintah AS untuk mengenakan tarif tambahan 7,5% pada impor dari China, dengan menilai langkah itu sebagai tindakan unilateralisme dan proteksionisme yang terang-terangan, serta berbahaya karena mempolitisasi isu perdagangan.
AS membenarkan tindakannya dengan dalih "kapasitas berlebih," meluncurkan investigasi berdasarkan Pasal 301 yang menargetkan 16 negara/wilayah ekonomi, termasuk China. Berbicara dalam konferensi pers rutin pada 27 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Perdagangan Huang Ling menyatakan penolakan China dengan tegas, menekankan bahwa taktik seperti itu merusak prinsip perdagangan yang adil dan kerja sama multilateral.
Beijing berjanji untuk memantau secara saksama dan menilai secara komprehensif langkah-langkah lanjutan AS, sekaligus secara tegas menyisakan hak untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi kepentingan sahnya. Ini bukan sekadar sengketa tarif—ini adalah ujian mendasar apakah perdagangan global akan diatur oleh aturan atau oleh keinginan sepihak satu negara. Pesan China tidak terbantahkan: pemaksaan tidak akan dihadapi dengan kepatuhan, dan setiap upaya untuk mempersenjatai perdagangan akan ditanggapi dengan ketegasan. Dunia kini menyaksikan apakah Washington memilih konfrontasi alih-alih dialog yang konstruktif. #Write2Earn $NVDAB $NVDA.US $AAPLB