Saya sudah paham isi “gosip” tentang Liu Xiang semalam. Dulu, bintang olahraga Liu Xiang secara resmi pensiun pada 2015—meski saat itu belum benar-benar tuntas urusan kepegawaian. Dia diberikan jabatan kehormatan yang tidak perlu masuk kerja. Sepuluh tahun berlalu begitu saja.
Sebelumnya, Liu Xiang sendiri, pada masa jayanya, gila-gilaan menerima iklan. Keuntungannya terus dibagi-bagi, dan pada dasarnya diberikan kepada kantor/instansi olahraga, sehingga instansi olahraga juga ikut meraup banyak keuntungan.
Kini, sang mantan bintang sudah tidak lagi punya nilai komersial yang berkelanjutan. Belakangan ini, pihak instansi olahraga justru mendatanginya dan memberi tahu bahwa dia harus memilih salah satu: bisa kembali bekerja sebagai pelatih, bertugas secara resmi dan membina tim latihan.
Atau, diberikan sejumlah uang kompensasi/penempatan, sehingga benar-benar memutus hubungan dengan sistem pemerintahan secara tegas. Akhirnya, Liu Xiang tiba-tiba muncul dan langsung merilis beberapa tulisan yang mulai menyerang instansi olahraga sendiri (katanya, sebelumnya kakak itu selama beberapa waktu terus di rumah dan bermain game.
Netizen yang ikut menonton pun khawatir kalau dia terus bersikap sekeras itu, dia akan “dibungkam/diharmoniskan”.