PCE semalam menekan lagi angan-angan penurunan suku bunga yang segera dilakukan.

Inflasi PCE AS Juli tercatat 3,7% yoy, lebih tinggi dari perkiraan 3,6%, dan tidak berubah dibanding Juni yang sama-sama 3,7%. Tidak ada tanda penurunan.
PCE inti 3,3%—tetap lengket di level tinggi.

Pada hari yang sama, estimasi kedua PDB kuartal II masih di level tahunan 1,5%, sama seperti nilai awal. Tidak ada penyesuaian turun, tetapi jelas melambat dibanding 2,1% pada kuartal I.

Inflasi tidak juga turun, sementara pertumbuhan justru cenderung melambat—pasar langsung mematok harga dengan logika stagflasi.
Reaksinya sangat cepat: probabilitas kenaikan suku bunga pada September yang seminggu lalu sekitar 33% kini naik ke kisaran 40%.
Skenario utama adalah stabil, tetapi menambah satu kali pengetatan lagi sudah tidak lagi terdengar seperti lelucon.

Dolar menguat ke level tertinggi dalam hampir 8 hari, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut terdorong naik, dan tiga indeks saham AS melemah tipis secara bersamaan.
Bitcoin justru lebih “patuh”: pada 25 Agustus sempat menembus sekitar 81.000, lalu setelah PCE keluar kembali ke kisaran 78.500–79.000.
Begitu ekspektasi kenaikan suku bunga memanas, ia tetap berlari lebih dulu—tidak seperti aset safe haven.

Pagi ini, bank sentral Korea Selatan kembali menambah 25 basis poin, suku bunga acuan dinaikkan menjadi 3%, untuk kali kedua berturut-turut.
Masalah bank sentral global kini sudah bergeser: bukan lagi soal kapan menurunkan suku bunga, melainkan apakah masih perlu menaikkan lagi.

Tembakan berikutnya adalah Jackson Hole.
Konferensi dimulai hari ini hingga Sabtu, dan pada hari Jumat yang naik ke panggung adalah Ketua The Fed, Waller. Kalau ia terdengar hawkish, level 80.000 kemungkinan masih harus diuji sekali lagi. #美元创近四周最大涨幅