Aku terus kembali ke satu bagian canggung dari Dusk: jika kepatuhan bisa diprogram, siapa yang memutuskan kapan aturannya berubah?
Itu terdengar kecil sampai kamu melihat pasar yang benar-benar teregulasi.
Dusk mendorong selective disclosure dan controlled transfers, yang masuk akal untuk sekuritas. Tapi pasar keuangan tidak statis. Kelayakan investor bisa berubah. Yurisdiksi berubah. Persyaratan issuer berubah. Aturan yang cocok untuk 10.000 investor hari ini mungkin menjadi masalah ketika pasar mencapai 100.000.
Gesekan yang aku perhatikan adalah bahwa kepatuhan di level protokol bisa membuat penegakan lebih bersih, tetapi juga bisa membuat fleksibilitas lebih sulit.
Jika suatu transfer diblokir oleh kode, tidak ada tombol “biar kita tangani manual” kecuali pasar sudah merancang jalur pengecualian itu sebelumnya.
Itu menciptakan tradeoff yang menarik.
Terlalu sedikit penegakan dan aset yang teregulasi menjadi sulit dipercaya.
Terlalu banyak penegakan dan protokol mulai memutuskan bagaimana pasar berperilaku.
Model selective disclosure Dusk menarik karena berusaha menghindari memaparkan semuanya sambil tetap membuktikan kondisi yang tepat. Tapi itu hanya memindahkan pertanyaan satu tingkat lebih dalam: siapa yang mengendalikan kebijakan di balik kondisi-kondisi itu?
Pihak issuer?
Pihak venue yang teregulasi?
Operator kepatuhan?
Atau protokol itu sendiri?
Aku lebih ingin melihat aturan tetap bisa disesuaikan tanpa membuat rantai itu menjadi kaku secara politik atau komersial.
Karena begitu kepatuhan menjadi kode, mengubah aturan tidak lagi sekadar mengubah dokumen...

@Dusk #dusk $DUSK