Penilaian orang asing tentang 《牛来》, langsung bikin aku terdiam.
Reuters, AP, The Guardian, dan Financial Times semuanya memberitakannya, dan di internet luar negeri bertebaran cuplikan-cuplikan. Awalnya aku mengira orang asing bakal mencemooh habis-habisan, ternyata mereka justru lebih toleran. Banyak yang merasa ini absurd sekaligus lucu, ada juga yang kasihan dengan ibu-anak yang syuting selama lima tahun, lalu di mana-mana menanyakan tempat untuk menonton versi lengkap.
Di dalam negeri, semua pada mengeluh betapa buruknya film ini; sementara orang luar melihatnya dari dua sudut yang sama sekali berbeda. Mereka tidak terlalu peduli soal gambarnya kasar, malah merasa ketidakteraturan yang kaku itu cukup unik.
Jujur saja, aku cukup terharu. Kita sering takut kalau karya buatan dalam negeri tidak cukup “kelas” sehingga tidak bisa dipamerkan. Tapi penonton luar negeri belum tentu mengejar kesempurnaan; mereka lebih mengutamakan apakah film ini seru, bisa membuat orang mengingatnya.
Reuters, AP, The Guardian, dan Financial Times semuanya memberitakannya, dan di internet luar negeri bertebaran cuplikan-cuplikan. Awalnya aku mengira orang asing bakal mencemooh habis-habisan, ternyata mereka justru lebih toleran. Banyak yang merasa ini absurd sekaligus lucu, ada juga yang kasihan dengan ibu-anak yang syuting selama lima tahun, lalu di mana-mana menanyakan tempat untuk menonton versi lengkap.
Di dalam negeri, semua pada mengeluh betapa buruknya film ini; sementara orang luar melihatnya dari dua sudut yang sama sekali berbeda. Mereka tidak terlalu peduli soal gambarnya kasar, malah merasa ketidakteraturan yang kaku itu cukup unik.
Jujur saja, aku cukup terharu. Kita sering takut kalau karya buatan dalam negeri tidak cukup “kelas” sehingga tidak bisa dipamerkan. Tapi penonton luar negeri belum tentu mengejar kesempurnaan; mereka lebih mengutamakan apakah film ini seru, bisa membuat orang mengingatnya.

