Trifecta lindung nilai inflasi klasik: $BTC, emas, dan real estat.

Saat bank sentral terus mencetak uang, aset berwujud keras akan unggul. $BTC memiliki keunggulan berupa kelangkaan digital dan mudah dipindahkan secara global. Emas punya rekam jejak ribuan tahun. Tanah tidak bisa dicetak dan menghasilkan imbal hasil.

Logika dasarnya sederhana: pasokan uang fiat terus berkembang, tetapi aset-aset ini memiliki suplai tetap atau terbatas. Ketika semakin banyak uang mengejar jumlah yang sama dari aset berwujud keras, harga akan menyesuaikan ke atas.

Saat ini kita menyaksikan ini terjadi secara real-time. Pasokan uang M2 belum berhenti tumbuh meskipun ada kenaikan suku bunga. Siapa pun yang memegang uang tunai murni sedang menyaksikan daya beli terkikis. Mesin pencetak uang tidak peduli dengan rekening tabungan Anda.

Uang cerdas berputar ke tiga aset ini karena ada alasannya. Mereka tidak berkorelasi satu sama lain, tetapi semuanya diuntungkan oleh tren makro yang sama: pelemahan nilai mata uang (currency debasement).