Indeks “Fear & Greed” yang dilacak oleh CoinMarketCap, kemarin (25 Agustus), menembus batas 80 sekaligus, melonjak ke 81, dan secara resmi menyatakan pasar telah memasuki kondisi “keserakahan ekstrem”—ini adalah yang pertama sejak puncak bull market akhir 2024.
Sejauh ada catatan, ini adalah satu-satunya kali pergerakan yang langsung melonjak dari “ketakutan ekstrem” ke “keserakahan ekstrem”. Lantas, apa arti dari pembalikan emosi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini?
Dalam setengah tahun, bull market dan bear market sudah berganti—siapa yang menjadi penggeraknya?
Masih ingat bulan Februari tahun ini? Pasar sedang dipenuhi kesedihan. Indeks turun hingga 5, sebanding dengan keputusasaan saat keruntuhan FTX pada 2022. Sumber kepanikan saat itu bukan berasal dari dalam industri kripto, melainkan dari “black swan” geopolitik makro—beredar kabar bahwa Trump mungkin akan menyerang Iran, yang memicu lonjakan harga minyak dan ekspektasi inflasi, sementara penurunan suku bunga oleh The Fed seolah tidak mungkin terjadi. Saham teknologi dan mata uang kripto pun ikut jatuh. Di tengah kepanikan, Bitcoin sempat disapu dari posisi puncaknya.
Namun, hanya enam bulan kemudian, alurnya berputar 180 derajat. Penggerak gelombang keserakahan saat ini adalah logika paling sederhana sekaligus paling kasar: harga. Hanya kemarin, satu candle bullish besar membuat Bitcoin dengan tegas kembali menembus level 80 ribu dolar; saat intraday bahkan menyentuh titik tertinggi 81.270 dolar. Pihak bearish pun tidak berkutik—dalam semalam lebih dari 90.000 orang di seluruh jaringan mengalami likuidasi, dengan nilai likuidasi mencapai 650 juta dolar.
Apakah angka 81 adalah alarm puncak, atau sinyal percepatan?
Secara historis, sinyal “keserakahan ekstrem” seperti teka-teki yang licik: kadang ia memperingatkan risiko, kadang juga justru menjadi penguat bagi tren.
Pihak yang pesimis mengatakan: ini adalah lampu sinyal “tanda puncak” untuk keluar (exit).
Jangan lupa pelajaran pada November 2024. Saat itu, sentimen pasar juga sedang sangat tinggi—indeks sempat menyentuh 78, mendekati zona “keserakahan ekstrem”. Lalu bagaimana? Setelah itu, pasar mengalami pembersihan besar-besaran (bloodbath): Bitcoin anjlok 30% dalam satu bulan—dari puncak tertinggi historis sekitar 126 ribu dolar, hingga terendah menyentuh 85 ribu dolar.
Pihak yang optimistis mengatakan: ini adalah tanda serbu “konfirmasi tren”.
Namun, keserakahan yang ekstrem—terutama pada awal tren—malah justru menjadi sinyal positif. Sebuah laporan dari K33 Research menunjukkan bahwa ketika indeks menembus angka 90, imbal hasil rata-rata untuk beberapa minggu ke depan dan dalam satu bulan berikutnya ternyata positif. Misalnya, ketika indeks mencapai 95, rata-rata imbal hasil satu bulan ke depan bahkan bisa setinggi 36%. Bahkan data historis menunjukkan bahwa pada rentang 80–90 (zona keserakahan), kemungkinan besar terjadi pasar yang sedang “bullish satu arah” (uptrend yang bergerak searah). Menurut mereka, ini lebih mirip “konfirmasi momentum”, bukan indikator untuk mengurangi posisi.
Akan datang pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole. Ketua The Fed yang baru, Kevin Wosh, akan menyampaikan pidato utama. Apakah ia akan melepas sinyal merpati (dovish) “akan terus mengamati”, membiarkan pasar larut dalam euforia? Atau, demi menjaga kredibilitas bank sentral, ia akan menegaskan sikap hawkish dan menyiram pasar dengan kabar dingin? Setiap ucapannya bisa menjadi pemicu yang menyalakan ledakan pada putaran tren berikutnya.

