#dusk $DUSK @Dusk Saat membaca Whitepaper Dusk, saya memperhatikan satu detail yang mudah terlewat: deskripsi dari kontrak yang berbeda menggunakan bentuk waktu yang berbeda.
Di Bagian 6.2, saat menjelaskan Genesis, Transfer, dan Stake Contracts, fokusnya terutama pada pernyataan tentang fungsi yang saat ini mereka jalankan: transfer, pemotongan Gas, staking, dll. Ini termasuk infrastruktur dasar yang diperlukan untuk operasional jaringan Dusk.
Sementara itu, di Bagian 6.3 saat memperkenalkan Zedger dan Citadel, muncul lebih banyak ungkapan yang berorientasi masa depan—misalnya “designed to be deployed” dan “will allow”.
Semata-mata dari bentuk waktu, tentu saja tidak bisa dibuktikan bahwa suatu fungsi “belum terealisasi”. Namun, sebagai sinyal dari dokumen teknis, setidaknya ini mengingatkan kita bahwa rancangan arsitektur dalam whitepaper, protokol yang sudah dideploy, dan kapabilitas produk yang saat ini benar-benar bisa dipakai bukanlah konsep yang sama.
Sekarang lihat situs web resmi Dusk: status dari produk-produk berbeda sudah ditandai sebagai Live, Building, dan Testnet. Ini justru memberi kita kerangka acuan yang lebih konkret. Saat membahas suatu kapabilitas, apakah kita juga seharusnya membedakan apakah ia dirancang, sudah dideploy, atau sudah dapat diverifikasi dan digunakan secara nyata?
Saat ini, pembahasan Dusk tentang keuangan on-chain yang teregulasi semakin terkonsentrasi pada proses end-to-end seperti akses investor, transfer yang dikendalikan, pengungkapan privasi, dan penyelesaian (settlement).
Maka pertanyaannya menjadi lebih spesifik:
Zedger, XSC, dan Citadel—kapabilitas-kapabilitas tersebut saat ini masing-masing berada pada tahap yang mana dari tiga tahap: “desain, deployment, penggunaan yang dapat diverifikasi”?
Jika tujuan Dusk adalah menjadi wadah bagi pasar keuangan teregulasi yang benar-benar nyata, maka dari rancangan dalam whitepaper menuju penggunaan di pasar riil, bagian kunci apa yang saat ini paling membutuhkan verifikasi dari pihak luar?#dusk $DUSK @Dusk
Di Bagian 6.2, saat menjelaskan Genesis, Transfer, dan Stake Contracts, fokusnya terutama pada pernyataan tentang fungsi yang saat ini mereka jalankan: transfer, pemotongan Gas, staking, dll. Ini termasuk infrastruktur dasar yang diperlukan untuk operasional jaringan Dusk.
Sementara itu, di Bagian 6.3 saat memperkenalkan Zedger dan Citadel, muncul lebih banyak ungkapan yang berorientasi masa depan—misalnya “designed to be deployed” dan “will allow”.
Semata-mata dari bentuk waktu, tentu saja tidak bisa dibuktikan bahwa suatu fungsi “belum terealisasi”. Namun, sebagai sinyal dari dokumen teknis, setidaknya ini mengingatkan kita bahwa rancangan arsitektur dalam whitepaper, protokol yang sudah dideploy, dan kapabilitas produk yang saat ini benar-benar bisa dipakai bukanlah konsep yang sama.
Sekarang lihat situs web resmi Dusk: status dari produk-produk berbeda sudah ditandai sebagai Live, Building, dan Testnet. Ini justru memberi kita kerangka acuan yang lebih konkret. Saat membahas suatu kapabilitas, apakah kita juga seharusnya membedakan apakah ia dirancang, sudah dideploy, atau sudah dapat diverifikasi dan digunakan secara nyata?
Saat ini, pembahasan Dusk tentang keuangan on-chain yang teregulasi semakin terkonsentrasi pada proses end-to-end seperti akses investor, transfer yang dikendalikan, pengungkapan privasi, dan penyelesaian (settlement).
Maka pertanyaannya menjadi lebih spesifik:
Zedger, XSC, dan Citadel—kapabilitas-kapabilitas tersebut saat ini masing-masing berada pada tahap yang mana dari tiga tahap: “desain, deployment, penggunaan yang dapat diverifikasi”?
Jika tujuan Dusk adalah menjadi wadah bagi pasar keuangan teregulasi yang benar-benar nyata, maka dari rancangan dalam whitepaper menuju penggunaan di pasar riil, bagian kunci apa yang saat ini paling membutuhkan verifikasi dari pihak luar?#dusk $DUSK @Dusk

