🛢️Harga Minyak Anjlok Saat Harapan Pembukaan Kembali Hormuz Meningkat.

Harga minyak anjlok tajam seiring meningkatnya harapan bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz dapat kembali beroperasi. Brent jatuh hampir 3% menjadi sekitar $84,5 per barel pada Rabu, memperpanjang penurunannya saat investor merespons pembicaraan baru antara Iran dan Oman.$CL
Iran dan Oman mengatakan mereka membahas pembentukan koridor navigasi sementara melalui selat dan membersihkan ranjau dari jalur tersebut. Jalur air itu sebelumnya menangani sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan secara global, sehingga jika dibuka kembali, dampaknya bisa signifikan bagi pasokan energi dunia.

Reaksi pasar menunjukkan betapa cepat premi risiko geopolitik dapat hilang ketika para pedagang melihat kemungkinan jalur menuju pelayaran normal. Minyak sempat melonjak selama konflik karena investor khawatir gangguan yang berkepanjangan dapat mengencangkan pasokan dan memicu guncangan inflasi lain.

Harga minyak yang lebih rendah juga meredakan tekanan pada pasar obligasi. Turunnya biaya energi dapat mengurangi kekhawatiran inflasi, memberi bank sentral ruang lebih besar untuk mempertimbangkan kebijakan moneter tanpa menghadapi lonjakan harga besar lain yang dipicu komoditas.

Bagi investor, situasi Hormuz telah menjadi salah satu pemicu pasar jangka pendek terbesar. Jika pengiriman benar-benar kembali normal, harga energi bisa turun lebih jauh. Namun karena situasinya masih berkembang, para pedagang jelas bertaruh pada terobosan sebelum sepenuhnya dikonfirmasi. $BZ