Saya telah menangani banyak kasus sengketa efek selama bertahun-tahun, dan satu hal yang paling saya pahami adalah: di pasar tradisional, situasi seperti "saham dicuri, akun disalahgunakan, dan pengadilan mengeluarkan perintah pembekuan untuk memaksa penarikan kembali aset"—proses penanganannya sangat rumit. Pihak penerbit atau otoritas pengawas yang ingin memaksa mengambil kembali efek yang sudah berpindah tangan harus menempuh gugatan, lalu eksekusi paksa melalui pengadilan; biasanya setidaknya butuh beberapa minggu, dan bila kasusnya kompleks bisa menyeret hingga satu setengah tahun. Para pemegang saham yang menjadi korban hanya bisa menyaksikan aset yang disengketakan beredar normal di pasar, sementara mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Awalnya saya mengira blockchain akan membuat hal ini makin sulit—desentralisasi, tidak dapat diubah, terdengar seperti semboyan bahwa "sekali dipindahkan, tak ada yang bisa mengambil kembali". Namun ketika saya membaca standar kontrak efek dari Zedger, saya menemukan fitur "pemindahan paksa oleh pihak penerbit". Di situ, ternyata bukan seperti itu. Fitur ini memungkinkan pihak penerbit menginisiasi pemindahan paksa langsung pada lapisan protokol, dengan syarat-syarat kepatuhan tertentu terpenuhi, sehingga posisi yang bermasalah bisa ditarik kembali tanpa harus terlebih dahulu menyelesaikan seluruh rangkaian proses pengadilan agar bisa berlaku di dalam sistem.

Sekilas, desain ini tampak seperti memberi kekuasaan kepada pihak penerbit. Tetapi jika dipikir lebih jauh, ternyata ia menyatukan kembali—secara teknis—dua langkah yang semestinya dipisahkan dalam proses penegakan hukum tradisional: "putusan—eksekusi" yang seringkali terputus karena bagian eksekusi yang berlarut-larut. Namun kontradiksi ini juga nyata: jika sebuah aset dapat dialihkan paksa hanya berdasarkan keputusan sepihak dari pihak penerbit, maka atas dasar apa pemegangnya bisa yakin bahwa aset tersebut benar-benar miliknya dan tidak akan diambil secara sewenang-wenang? Ini berubah menjadi persoalan desain kewenangan hukum, bukan masalah teknis semata. Bahwa protokol mampu melakukan pemindahan paksa, tidak berarti pihak regulator akan mengakui keabsahan hukum dari pemindahan tersebut. Kesenjangan di sinilah, barangkali, kunci apakah fitur ini bisa benar-benar diadopsi.

Menurut Anda, desain seperti "pemindahan paksa oleh pihak penerbit" di rantai (on-chain) ini adalah jaring pengaman yang lebih aman bagi pemegang biasa, atau justru titik risiko baru?
@Dusk $DUSK #dusk
A. 安全网,能更快追回问题资产
B. 风险点,权力集中在发行方手里不放心
C. 得看具体的触发条件设计得严不严
4 jam lagi