Naik 78%, tapi mayoritas justru melakukan short—begitulah kondisi BMT saat ini.

Harga melonjak dari 0.015 hingga 0.027, kenaikan 24 jamnya nyaris dua kali lipat, dan volume perdagangan meledak hingga lebih dari 300 juta dolar AS. Secara teori, dalam kondisi seperti ini para trader ritel mestinya sudah gila-gilaan mengejar posisi long, tetapi hal aneh justru terjadi: pihak yang short malah mencapai 56%, sedangkan yang long hanya 43%.

Lebih tidak lazim lagi, pendanaan (funding rate)—saat ini bernilai negatif (-0.0034%).

Funding rate negatif berarti para pelaku short harus terus membayar kepada para pelaku long. Artinya, meskipun harga sedang naik, para short tetap menanggung biaya sambil memilih untuk tidak menutup posisi—mereka bertaruh bahwa pergerakan ini hanyalah fake breakout dan kapan saja bisa kembali turun.

Yang juga mencolok, tiga candle jam berturut-turut berwarna hijau. Harga baru saja bertahan di sekitar 0.026, sempat menyentuh puncak hingga di atas 0.027, lalu mulai berayun (konsolidasi).

Dua kekuatan tengah saling melawan: harga naik, tetapi para short menggunakan uang sungguhan untuk mengunci taruhan pada potensi koreksi. Jika harga terus mampu bertahan, pada akhirnya para short tak akan sanggup menahan biaya dan terpaksa menutup posisi dengan cut loss—itu akan membentuk “short squeeze” (perangkap short), yang secara pasif mendorong harga untuk naik lagi beberapa saat. Namun jika laju kenaikannya berhenti, para pihak yang sebelumnya mengejar long juga akan ikut kabur.

Dilema klasik pada aset dengan volatilitas tinggi: arahnya tidak jelas, tapi volatilitas itu sendiri adalah peluang. Perhatikan apakah 0.028 bisa ditembus secara efektif, serta kapan funding rate beralih menjadi positif.

$BMT #资金费率异常 #Persentase short 56%
Klik kartu kecil di bawah untuk melihat kondisi pasar dengan cepat👇