Efek samping dari emosi yang stabil adalah kehilangan kemampuan untuk mencintai.
Seseorang hanya benar-benar bisa menjaga kestabilan emosinya ketika mereka dicintai dan tidak mencintai siapa pun.

Saat menghadapi tuduhan dan kemarahan dari orang lain, dulu aku mencoba menjelaskan berbagai alasan; sekarang hanya berpikir bahwa dianggap tidak disukai pun adalah sebuah karakter yang baik.
Saat menghadapi atasan dan pasangan, dulu aku selalu berhati-hati dan takut kehilangan keindahan dari khayalan itu; sekarang aku tidak lagi selalu menelan rasa pahit demi menyenangkan, tidak mencoba untuk mempertahankan hubungan apa pun yang mungkin akan hilang, karena aku sudah mengerti bahwa kebaikanmu selamanya layak diberikan kepada orang yang benar-benar memahami dirimu.

Menerima semua hal yang tidak sesuai harapan, membiarkan segala ketidaksempurnaan terjadi—dan menjalani hidup menjadi begitu ringan, bebas, dan sesuka hati.