Kebanyakan orang saat Perp hanya bertanya satu hal: saya lihat bullish atau bearish.

Tapi akhir-akhir ini setelah terjadi high-range oscillation, saya justru menyarankan untuk menambah satu pertanyaan lagi: order ini lebih cocok dimakan sebagai order market, atau lebih cocok untuk dipasang sebagai limit order?

Kontrak BTC atau ETH yang sama, di venue yang berbeda, ketebalan order book, biaya maker/taker, funding rate, ukuran minimum order, dan kecepatan matching pun tidak sama. Anda mengira hanya kurang 0,02% biaya, padahal bisa saja Anda juga terkena slippage, gagal antrian, kena fill saat mengejar harga (chase), bahkan posisi yang memicu stop-loss ikut berubah.

Terutama pada pasar yang sedang berombak, arahnya belum tentu salah—yang salah adalah setiap kali Anda masuk dengan cara eksekusi yang sama. Saat harusnya dipasang sebagai limit, Anda malah menyantap market order; saat seharusnya成交 cepat, Anda justru ikut antri. Akhirnya yang membuat rugi bukan kemampuan analisisnya saja, melainkan tindakan tradingnya sendiri.

Jadi saya makin yakin, nilai perp aggregator tidak hanya “mencari yang termurah”, tapi membantu trader melihat dulu lingkungan eksekusi untuk posisi yang akan dibuka. Ide seperti Perpex/PerpEX pada dasarnya adalah memilih aset terlebih dahulu, lalu membandingkan kedalaman, fee, funding rate, dan kondisi eksekusi di berbagai venue, baru memutuskan order ini akan diarahkan ke mana.

#BTC #Perp