“Semua makhluk memiliki kecerdasan yang sama, yang berkembang melalui lingkungan sekitarnya dan melalui manipulasi, dengan akal budi, terhadap materi yang tersedia bagi mereka.

Mereka melakukan ini agar dapat bertahan dan memenuhi kebutuhan mereka pada setiap tahap kehidupan, dalam momen kini yang unik pada tahap tersebut dan sesuai dengan perkembangan pengetahuan mereka.

Karena seseorang tidak bisa secara fisik mengubah semua pikiran dan gagasan secara instan, perkembangan praktis mereka harus dibatasi. Maka, beberapa gagasan tetap menjadi teori yang mungkin baru terwujud di masa depan. Belakangan, orang-orang seperti itu mungkin dikenali sebagai “pernah memiliki visi masa depan” atau sebagai “lebih dulu dari zamannya.”

Pikiran, Tuhan, dan alam, yang bekerja bersama, mengembangkan karakteristik kehidupan manusia—baik dalam materi fisik maupun dalam spirit.

Apa artinya

Gagasan utamanya adalah bahwa kecerdasan bukan sekadar sesuatu yang tetap di dalam diri seseorang. Kecerdasan berkembang melalui interaksi dengan lingkungan, pengalaman, sumber daya yang tersedia, serta kemampuan individu untuk berpikir dan memanipulasi sumber daya tersebut.

1. Kecerdasan berkembang melalui lingkungan

Pernyataan “la inteligencia… se desarrolla con el medio ambiente circulante” menunjukkan bahwa kecerdasan dibentuk oleh lingkungan sekitarnya.

Misalnya, seseorang yang tumbuh di lingkungan pertanian mungkin mengembangkan pengetahuan yang canggih tentang tanah, curah hujan, hewan, dan tanaman. Seseorang yang tumbuh di sekitar teknologi mungkin mengembangkan kecerdasan praktis yang berbeda.

Jadi, argumennya pada dasarnya adalah:

Lingkungan + pengalaman + pemikiran → perkembangan kecerdasan.

2. Kecerdasan terhubung dengan kelangsungan hidup

Bagian ini memandang kecerdasan sebagai sesuatu yang pada dasarnya bersifat praktis. Manusia menggunakan pengetahuannya untuk:

memperoleh makanan dan tempat tinggal;

memecahkan masalah;

melindungi diri mereka;

memenuhi kebutuhan mereka;

beradaptasi dengan keadaan yang berubah.

Dalam pengertian ini, kecerdasan bukan sekadar pengetahuan akademis. Kecerdasan praktis adalah kemampuan untuk memahami situasi dan menggunakan apa yang tersedia untuk bertahan dan maju.

3. Batasan saat ini menentukan apa yang bisa kita capai

Salah satu ide yang lebih menarik adalah bahwa memiliki sebuah gagasan tidak sama dengan mampu mewujudkannya secara fisik segera.

Seseorang mungkin membayangkan sesuatu yang secara teknologi memungkinkan tetapi tidak memiliki:

bahan-bahan yang diperlukan;

pengetahuan ilmiah;

teknologi;

sumber daya finansial;

penerimaan sosial;

atau alat yang diperlukan untuk membangunnya.

Karena itu, sebuah gagasan mungkin tetap bersifat teoretis selama puluhan atau berabad-abad sebelum umat manusia mengembangkan kapasitas untuk mewujudkannya.

Itulah sebabnya seseorang mungkin kemudian digambarkan sebagai “lebih dulu dari zamannya.”

4. Para visioner membayangkan melampaui masa kini

Bagian ini secara khusus tertarik pada hubungan antara pemikiran dan realitas masa depan.

Seseorang dapat membayangkan sesuatu di masa kini yang belum bisa dibangun oleh masyarakat. Generasi berikutnya mungkin memiliki teknologi untuk mengubah pikiran itu menjadi kenyataan.

Contoh yang sederhana adalah:

Gagasan → teori → perkembangan teknologi → realitas fisik.

Ini adalah tema penting dalam sejarah sains. Imajinasi manusia kadang-kadang dapat mengantisipasi kemungkinan teknologi sebelum alat yang diperlukan ada.

5. Pikiran, Tuhan dan alam

Pernyataan terakhir memperkenalkan dimensi spiritual:

“La mente, Dios y la naturaleza juntas desarrollan las características de la vida humana.”

Hal ini dapat dipahami sebagai mengusulkan tiga kekuatan yang saling berinteraksi:

Pikiran : pemikiran manusia, kecerdasan dan kesadaran

Alam : lingkungan fisik dan hukum-hukum yang mengatur keberadaan

Tuhan : dimensi spiritual atau ilahi

Bersama-sama, menurut penulis, hal-hal ini membentuk keberadaan manusia baik dalam materi fisik maupun dalam spirit.

Dengan kata-kata yang lebih sederhana

Seluruh bagian dapat dirangkum seperti ini:

Kecerdasan manusia tumbuh melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Kita menggunakan pikiran kita dan segala sumber daya yang tersedia untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan kita. Kemampuan kita untuk mengubah gagasan menjadi kenyataan dibatasi oleh teknologi dan pengetahuan yang tersedia pada zaman kita. Karena itu, sebagian orang membayangkan hal-hal jauh sebelum masyarakat memiliki kemampuan untuk menciptakannya, sehingga hal itu tampak “lebih dulu dari zamannya.” Pada akhirnya, penulis memandang keberadaan manusia sebagai interaksi antara pikiran, alam dan Tuhan, yang bekerja melalui dua dimensi kehidupan: fisik dan spiritual.

$GSB $MINA

MINA
MINA
0.0634
+1.44%

$SD

SDEthereum
SD
0.12192
-0.37%

#USTreasuryLaunchesQuantumReadinessWorkingGroup