“Seolah-olah OpenClaw tidak pernah ada, menghilang begitu saja”.
Dan dari “memelihara udang untuk semua orang” hingga “OpenClaw sudah mati”, hanya butuh waktu kurang dari dua bulan.
Pada awal tahun ini, sebuah agen AI sumber terbuka yang disebut mampu “mengambil alih keyboard dan mouse serta menyelesaikan tugas kerja kantor secara otomatis” tiba-tiba muncul. Agen ini dapat melakukan tindakan nyata di komputer, seperti mengelola file, mengirim email, dan memanggil aplikasi, sehingga dianggap sebagai “karyawan digital 24 jam”. Pada GitHub, jumlah bintang melewati React dalam waktu kurang dari 60 hari; di WeChat, indeksnya melonjak hingga 165 juta. Per 15 Maret, total volume pemanggilan token mencapai 10,4T, menjadikannya aplikasi AI dengan volume pemanggilan tertinggi di dunia. Banyak pengguna antre untuk membayar pemasangan, bahkan di Xianyu muncul layanan “pemasangan udang langsung di rumah”.
Namun di balik meledaknya popularitas, ada permainan arbitrase yang menarget perusahaan AI. Pengguna memanggil Claude Pro atau Max melalui OpenClaw dengan otorisasi langganan, dengan biaya tetap 200 dolar AS per bulan, sebagai imbalan untuk volume pemanggilan API yang lebih dari lima kali lipat. Seolah Anthropic memberikan subsidi ratusan dolar per bulan kepada setiap pengguna berat yang “memelihara udang”.
Pada bulan April, Anthropic tiba-tiba mengirim pemberitahuan bahwa langganan Claude tidak lagi mencakup pemanggilan berintensitas tinggi untuk alat pihak ketiga seperti OpenClaw, hanya memberi pengguna masa tenggang satu hari. Aliran listrik dicabut—rantai arbitrase pun terputus.
Sementara itu, masalah nyata OpenClaw mulai terungkap: menjalankan proses 24/7 terus-menerus menghabiskan Token, sehingga bagi pengguna berat biaya per bulan bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu yuan; pembaruan yang sering dan bersifat merusak membuat agen kustom lumpuh; celah keamanan kerap terjadi—ada pengguna yang kunci API-nya dicuri, lalu pada dini hari menerima tagihan Token sebesar 12.000 yuan.
Hingga bulan Mei, trafik akses OpenClaw anjlok hingga separuh menjadi 14,2 juta, dengan penurunan 50,67% secara bulanan. Orang-orang yang dulu memasang dengan harga mahal mulai lagi mengeluarkan uang untuk mencari orang yang menonaktifkan (menghapus). Sampai hari ini, setelah gelombang popularitas surut, topiknya sudah benar-benar tenggelam.
Dan dari “memelihara udang untuk semua orang” hingga “OpenClaw sudah mati”, hanya butuh waktu kurang dari dua bulan.
Pada awal tahun ini, sebuah agen AI sumber terbuka yang disebut mampu “mengambil alih keyboard dan mouse serta menyelesaikan tugas kerja kantor secara otomatis” tiba-tiba muncul. Agen ini dapat melakukan tindakan nyata di komputer, seperti mengelola file, mengirim email, dan memanggil aplikasi, sehingga dianggap sebagai “karyawan digital 24 jam”. Pada GitHub, jumlah bintang melewati React dalam waktu kurang dari 60 hari; di WeChat, indeksnya melonjak hingga 165 juta. Per 15 Maret, total volume pemanggilan token mencapai 10,4T, menjadikannya aplikasi AI dengan volume pemanggilan tertinggi di dunia. Banyak pengguna antre untuk membayar pemasangan, bahkan di Xianyu muncul layanan “pemasangan udang langsung di rumah”.
Namun di balik meledaknya popularitas, ada permainan arbitrase yang menarget perusahaan AI. Pengguna memanggil Claude Pro atau Max melalui OpenClaw dengan otorisasi langganan, dengan biaya tetap 200 dolar AS per bulan, sebagai imbalan untuk volume pemanggilan API yang lebih dari lima kali lipat. Seolah Anthropic memberikan subsidi ratusan dolar per bulan kepada setiap pengguna berat yang “memelihara udang”.
Pada bulan April, Anthropic tiba-tiba mengirim pemberitahuan bahwa langganan Claude tidak lagi mencakup pemanggilan berintensitas tinggi untuk alat pihak ketiga seperti OpenClaw, hanya memberi pengguna masa tenggang satu hari. Aliran listrik dicabut—rantai arbitrase pun terputus.
Sementara itu, masalah nyata OpenClaw mulai terungkap: menjalankan proses 24/7 terus-menerus menghabiskan Token, sehingga bagi pengguna berat biaya per bulan bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu yuan; pembaruan yang sering dan bersifat merusak membuat agen kustom lumpuh; celah keamanan kerap terjadi—ada pengguna yang kunci API-nya dicuri, lalu pada dini hari menerima tagihan Token sebesar 12.000 yuan.
Hingga bulan Mei, trafik akses OpenClaw anjlok hingga separuh menjadi 14,2 juta, dengan penurunan 50,67% secara bulanan. Orang-orang yang dulu memasang dengan harga mahal mulai lagi mengeluarkan uang untuk mencari orang yang menonaktifkan (menghapus). Sampai hari ini, setelah gelombang popularitas surut, topiknya sudah benar-benar tenggelam.

