Pembunuh mahasiswi asal Korea yang dibunuh di Korea bernama Zheng Changsheng, laki-laki, usia lebih dari 30 tahun, etnis Korea-Cina, dan telah memperoleh hak tinggal permanen di Korea (bukan warga negara Korea). Ia bekerja sebagai guru di Korea. Sebelum kejadian, ia merupakan dosen di sekolah tempat korban belajar, sehingga hubungan mereka adalah relasi guru-murid yang saling mengenal.

Saat ini, ia ditangkap oleh polisi Korea karena diduga membunuh mahasiswi Tiongkok berusia 25 tahun, dan ia juga merupakan pelapor awal untuk kasus ini. Saat melapor, ia berdusta dengan mengaku sebagai pacar korban. Faktanya, ia memiliki perasaan terhadap korban, menyebut dirinya sebagai pacar secara sepihak, tetapi tidak menjalin hubungan berpacaran.

Korban adalah lulusan program magister Universitas Kejuruan/Kampus Katolik Katupur di Daegu, Korea, yang lulus pada bulan Juni tahun ini. Tujuan kedatangannya ke Korea kali ini adalah untuk mengambil ijazah kelulusan agar memudahkan untuk melapor ke unit kerja baru di dalam negeri (pekerjaannya sudah didapat).

Saat ini, polisi Korea belum mengumumkan motif pembunuhan yang jelas, namun menurut unggahan mantan murid Zheng Changsheng, ia pernah memiliki catatan buruk melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dengan cara mengancam menggunakan metode “menahan kelulusan”.