Semakin saya mempelajari @Dusk , semakin saya berpikir bahwa finalitas bergulirnya mudah untuk diremehkan.
Aturan enam konfirmasi Bitcoin yang sudah familiar sebenarnya adalah konvensi berbasis probabilitas. Menunggu lebih lama mengurangi peluang terjadinya pembalikan, tetapi jaringan tidak melewati sebuah status penyelesaian formal yang disebut final.
$DUSK mengambil pendekatan yang berbeda.
Accepted → Attested → Confirmed → Final
Saya menyukai pembedaan ini karena memberi aplikasi gambaran yang lebih jelas tentang posisi sebenarnya sebuah transaksi. Pengelola kustodian atau tempat layanan keuangan dapat memperlakukan final secara berbeda dibanding sekadar melihat transaksi sudah disertakan atau dikonfirmasi.
Bagian “rolling” juga penting. Jika iterasi gagal, protokol dapat meminta lebih banyak attestasi berikutnya sebelum melanjutkan. Jadi margin keamanan bukan sekadar hitungan blok yang sewenang-wenang.
Ada trade-off yang jelas. Aplikasi sekarang perlu memahami mesin status (state machine) alih-alih menyederhanakan semuanya menjadi menunggu enam blok.
Namun kompleksitas itu mungkin sepadan untuk penyelesaian yang teregulasi, di mana ketidakpastian memiliki biaya modal yang nyata.
Jika deterministik finality dapat membuat status penyelesaian lebih dapat diprediksi. Saya ingin tahu apakah keunggulan terbesarnya untuk RWA pada akhirnya adalah kecepatan atau sekadar mengetahui dengan tepat kapan modal aman untuk dipindahkan lagi.
#dusk #DUSK #Dusk
Aturan enam konfirmasi Bitcoin yang sudah familiar sebenarnya adalah konvensi berbasis probabilitas. Menunggu lebih lama mengurangi peluang terjadinya pembalikan, tetapi jaringan tidak melewati sebuah status penyelesaian formal yang disebut final.
$DUSK mengambil pendekatan yang berbeda.
Accepted → Attested → Confirmed → Final
Saya menyukai pembedaan ini karena memberi aplikasi gambaran yang lebih jelas tentang posisi sebenarnya sebuah transaksi. Pengelola kustodian atau tempat layanan keuangan dapat memperlakukan final secara berbeda dibanding sekadar melihat transaksi sudah disertakan atau dikonfirmasi.
Bagian “rolling” juga penting. Jika iterasi gagal, protokol dapat meminta lebih banyak attestasi berikutnya sebelum melanjutkan. Jadi margin keamanan bukan sekadar hitungan blok yang sewenang-wenang.
Ada trade-off yang jelas. Aplikasi sekarang perlu memahami mesin status (state machine) alih-alih menyederhanakan semuanya menjadi menunggu enam blok.
Namun kompleksitas itu mungkin sepadan untuk penyelesaian yang teregulasi, di mana ketidakpastian memiliki biaya modal yang nyata.
Jika deterministik finality dapat membuat status penyelesaian lebih dapat diprediksi. Saya ingin tahu apakah keunggulan terbesarnya untuk RWA pada akhirnya adalah kecepatan atau sekadar mengetahui dengan tepat kapan modal aman untuk dipindahkan lagi.
#dusk #DUSK #Dusk


