Baru-baru ini, banyak orang membahas sebuah pandangan: ketika porsi saham/kontrak yang mencatat profit lebih dari 70%, lalu BTC naik dan menembus rata-rata 200 minggu, serta RSI juga berada di atas 50, tren tampak cenderung bullish. Namun, saya cukup berhati-hati terhadap istilah “pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) dimulai kembali”, karena itu lebih merupakan pengembangan narasi makro; data itu sendiri tidak secara langsung mendukung kesimpulan tersebut. Saya lebih memilih untuk lebih dulu mengamati dua indikator keras, yaitu porsi saham/kontrak yang mencatat profit dan moving average, sedangkan yang lain saya anggap sebagai kebisingan latar.
