AllScale 2026-08-26 Laporan Harian Enkripsi x Makro

1. Repo Obligasi AS mengembalikan penetapan perdagangan BTC pada likuiditas
Kementerian Keuangan AS mengumumkan bahwa mulai 9 September, batas atas sekali transaksi untuk repo obligasi pemerintah berjangka 10 hingga 30 tahun akan minimal digandakan menjadi 4 miliar dolar AS, dengan tujuan memperbaiki likuiditas untuk obligasi lama di bagian tenor panjang. Popularitas Bitcoin ikut meningkat, namun open interest turun ke level terendah dalam dua bulan, yang menunjukkan putaran ini lebih cenderung didorong arus dana spot dan short covering, bukan penumpukan satu arah berbasis leverage. Dampaknya, dalam jangka pendek, BTC tetap ditentukan bersama oleh dolar AS, imbal hasil tenor panjang, dan arus dana ETF; pembelian kembali oleh kementerian bukanlah pelonggaran kuantitatif—jika imbal hasil tenor panjang kembali naik, aset berisiko masih akan tertekan.

2. Dana masuk ETF ETH meluas ke aset non-BTC
ETF spot Ethereum AS mencatat arus masuk bersih sekitar 699 juta dolar AS pada periode 17–21 Agustus dalam satu minggu, membentuk arus balik dana terkuat tahun ini bila digabungkan dengan ETF Bitcoin. Latar belakangnya adalah dana institusional kembali memasuki jalur ETF spot, serta porsi dana untuk ETH meningkat—kebutuhan tidak lagi hanya terfokus pada BTC. Dampaknya, narasi kombinasi ETH sebagai “entry yang patuh regulasi + aset berimbal hasil di rantai” semakin menguat; namun arus masuk yang belum cukup besar dalam satu minggu belum bisa mengonfirmasi tren—ke depan tetap bergantung pada kelanjutan pembelian (subscriptions) dan aktivitas di on-chain.

3. Imbal hasil Samsung di bawah ekspektasi menekan risk appetite untuk perangkat keras AI
Samsung Electronics merilis rencana pengembalian kepada pemegang saham untuk tahun 2026 sebesar sekitar 90 triliun hingga 110 triliun won Korea, dan merencanakan pembagian dividen sekitar 30 triliun won; namun pasar bereaksi negatif karena kurangnya pengaturan buyback yang lebih jelas. Samsung, SK hynix, dan perusahaan terkait perangkat keras AI di pasar saham AS mengalami tekanan secara bersamaan. Dampaknya, rantai perangkat keras AI beralih dari fase “permintaan kuat” ke tahap penilaian ulang “belanja modal (capex), arus kas, dan pengembalian kepada pemegang saham”; proyek AI kripto, DePIN, dan jaringan komputasi juga akan dituntut untuk membuktikan pendapatan riil serta kemampuan pengadaan.

Informasi di atas hanyalah rangkuman untuk keperluan informasi publik, dan tidak merupakan saran investasi apa pun.