Balenciaga—versi implementasi untuk pasar domestik

Sorban bergaya “memakai kain duka” yang sempat ramai diperdebatkan kabarnya bukan produk Balenciaga, melainkan desain dari brand Jepang Setchu. Harganya sekitar 27.000 RMB (yuan), sehingga Balenciaga ikut terseret dan menjadi kambing hitam karena informasi yang keliru.

Kebenaran peristiwa dan sumber desain

Sebenarnya, sorban ini merupakan produk yang diluncurkan oleh brand Jepang pendatang baru Setchu dalam koleksi Musim Gugur/Dingin 2025 berjudul “Tokyo on the Arno”. Penciptaannya dipimpin oleh desainer Satoshi Kuwata.

‌Inspirasi desain‌: Terinspirasi dari acara tradisional peribadatan “O-Tōroku Matsuri” yang dimiliki Jepang dengan sejarah lebih dari 1.400 tahun. Acara ini telah didaftarkan pada Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2018.
‌Ciri bentuk‌: Menggunakan bahan kain goni kasar berwarna putih polos, dipadukan dengan topi berbentuk kerucut; pada sebagian penampilan, area wajah tertutup, dengan tujuan menyampaikan filosofi wabi-sabi tentang “kembali ke nol” dan “ketiadaan”. Namun, dalam konteks bahasa dan budaya Tiongkok, tampilannya sangat mirip dengan elemen pakaian duka bergaya Tionghoa sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
‌Harga pasar‌: Sorban ini diberi label harga setinggi 27.000 RMB. Karena daya tarik visualnya kuat, sorban tersebut cepat viral di platform media sosial.
‌Kanal pembelian‌: Model ini merupakan produk desain untuk catwalk. Saat ini, situs resmi Balenciaga (balenciaga.com) tidak menjual sorban dengan model ini. Brand Setchu juga kurang dikenal di dalam negeri, sehingga pilihan dan akses pembeliannya terbatas.