Lonjakan emas menuju level tertinggi tiga bulan dipicu ketegangan Iran dan kegamangan kebijakan AS, mendorong permintaan aset safe-haven. Emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Selasa, didorong oleh ketegangan Timur Tengah yang kembali memanas serta meningkatnya ketidakpastian politik di AS. Logam kuning—yang secara tradisional dipandang sebagai tempat berlindung—menguat sekitar 15% sepanjang Agustus, mencapai puncak di $4.651 per ounce selama perdagangan Asia sebelum sedikit melemah, sehingga berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbaiknya sejak September 1999. Mengapa emas naik? - Risiko geopolitik: Konflik yang berlanjut di Timur Tengah dan kekhawatiran seputar Iran telah mendorong pembeli beralih ke emas. - Ketidakpastian politik dan fiskal AS: Kecemasan investor terhadap rencana pajak dan belanja Donald Trump, ditambah tarif baru yang diumumkan pada mobil serta bahan baku kunci dari Kanada, ikut menambah permintaan terhadap aset yang dianggap sebagai perlindungan dari risiko kebijakan. - Kekhawatiran inflasi dan kebijakan moneter: Pelaku pasar menantikan data inflasi AS berikutnya serta pidato berprofil tinggi dari Ketua Federal Reserve baru Kevin Warsh, di tengah kegelisahan di pasar obligasi terkait inflasi dan kemampuan The Fed merespons. Sorotan pasar dan pandangan teknikal Tony Sycamore, analis pasar di IG, mengatakan penurunan harga emas kemungkinan akan menarik pembeli, dengan mengisyaratkan adanya resistensi ke atas di sekitar $4.900–$5.000. Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote menyoroti meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai atas rencana fiskal AS yang belum jelas, risiko inflasi, keraguan atas independensi The Fed, bahkan kekhawatiran yang terkait dengan ledakan AI. Keterkaitan dengan pasar kripto Pasar kripto bergerak seiring emas: bitcoin naik melewati $80.000 pada Selasa, level tertinggi tiga bulan, yang oleh para analis dikaitkan dengan melemahnya dolar AS serta kekuatan makro yang sama yang mendasari reli emas. Bagi trader kripto, pergerakan yang sinkron ini menegaskan bagaimana guncangan makro dan dinamika dolar dapat mendorong aliran ke aset berwujud maupun digital sebagai penyimpan nilai. Bagaimana semuanya berawal Lonjakan saat ini bertumpu pada reli emas yang lebih luas, yang dimulai pada 2025 setelah Trump pertama kali mengumumkan tarif atas impor—memunculkan ketakutan akan terganggunya perdagangan global. Emas menembus $4.000 per ounce untuk pertama kalinya pada Oktober lalu, melewati $5.000 pada Januari, dan mencapai rekor tertinggi di akhir Januari seiring pergeseran kebijakan AS serta turbulensi politik di ekonomi lain. Namun, logam tersebut juga mengalami koreksi yang mengejutkan awal tahun ini, turun ke $3.942 pada akhir Juni—yang menurut analis dipicu sebagian oleh harga minyak yang lebih tinggi, sehingga memicu inflasi dan ekspektasi suku bunga yang kadang bisa melawan daya tarik emas sebagai safe-haven. Yang perlu diperhatikan berikutnya Investor akan memantau dengan ketat data inflasi AS, komentar Warsh, perkembangan situasi AS–Iran, serta langkah perdagangan atau sanksi lanjutan apa pun dari Washington. Faktor-faktor ini kemungkinan akan menentukan apakah reli emas Agustus berlanjut dan bagaimana perilaku aset berkorelasi seperti bitcoin dalam waktu dekat. Baca lebih lanjut berita yang dihasilkan AI tentang: undefined/news