Yang menarik saya dari kontrak transfer Dusk bukanlah transfernya — melainkan fakta bahwa infrastruktur yang sama yang mematok harga pekerjaan yang disebabkan oleh sebuah transaksi. Biaya bukan pungutan tetap yang dipasang langsung pada eksekusi; biayanya adalah gas_used dikali gas_price, dibayar dalam DUSK, dan dipatok dalam LUX. Bahkan transaksi yang gagal (reverted) tetap membayar gas yang sudah terbakar — biaya mengikuti pekerjaan yang dicoba, bukan yang selesai.

Menurut saya, itu pilihan yang tepat: anggap komputasi sebagai gratis dan Anda mengundang kemacetan. Dusk bahkan menyaring transaksi yang kekurangan dana lewat batas minimum gas sebelum mereka menyentuh sumber daya node, alih-alih membiarkan transaksi gagal di tengah eksekusi.

Begini ketegangannya, seperti yang saya lihat: semakin ekspresif sebuah transaksi, semakin sulit memprediksi biayanya — dan prediktabilitaslah yang membuat model biaya bisa dipahami oleh pengguna non-teknis.

Hal yang terus saya perhatikan adalah bahwa Dusk sudah memungkinkan kontrak menyerap gas atas nama pengguna. Itu tidak menyelesaikan ketegangan, hanya memindahkannya, dari dompet ke aplikasi.
$DUSK @Dusk #dusk
$BMT
$STAR