Beberapa malam lalu, aku mengobrol dengan teman. Tiba-tiba dia bertanya sesuatu padaku:
“Sekarang RWA mulai membicarakan pasar senilai triliunan, jadi apakah nanti semua aset harus ditokenisasi?”
Saat itu aku hampir saja menjawab, “Ya, tentu saja.”
Tapi setelah berpikir beberapa detik, aku merasa ada yang janggal.
Kalau aset menjadi Token, apakah otomatis otomatis menjadi lebih bernilai?
Belakangan aku membaca sebuah artikel yang baru diperbarui oleh Dusk pada 15 Agustus. Justru sebuah pandangan yang sederhana menamparku:
bagian paling bernilai dari tokenisasi tidak selalu memotong aset menjadi lebih kecil-kecil, melainkan menghubungkan seluruh “siklus hidup kepemilikan.”
Maksudnya apa?
Dulu, ketika sebuah perusahaan mencari pendanaan, prosesnya mungkin harus melewati penerbitan, verifikasi investor, pemesanan, pencatatan, transfer, pembagian dividen, pemungutan suara, penyelesaian… Setiap tahap bisa ditangani oleh lembaga dan sistem yang berbeda-beda, berganti-ganti seperti estafet.
Hasilnya adalah:
data yang sama dimasukkan ulang berkali-kali, diverifikasi ulang oleh orang yang berbeda, dan dikonfirmasi berulang-ulang.
Nah, ini masalah yang paling bikin pusing di keuangan tradisional.
Sedangkan ide @Dusk sekarang adalah membuat penerbitan, kualifikasi investor, pencatatan kepemilikan, transfer, aksi perusahaan, dan penyelesaian semaksimal mungkin berjalan di sekitar catatan on-chain yang sama dan terkontrol. Situs resminya juga saat ini menempatkan Dusk Trade sebagai infrastruktur dasar pasar yang dibangun untuk mengoordinasikan akses investor, pengikatan dompet, transfer terkontrol, dan penyelesaian.
Yang mungkin ingin benar-benar dihapus oleh RWA bukanlah sertifikat kertasnya, melainkan gesekan “rekonsiliasi bolak-balik” yang terjadi di sistem keuangan.
Dulu kupikir blockchain yang paling hebat adalah “memindahkan aset ke on-chain.”
Tapi sekarang aku justru merasa lebih penting adalah:
setelah aset dipindahkan ke on-chain, apakah ia bisa membuat aset tersebut berkurang perjalanannya ke beberapa departemen, berkurang isi formulirnya, dan berkurang beberapa kali verifikasi manual.
Kalau Dusk benar-benar bisa menjalankan hal ini, maka yang dibuatnya bukan sekadar Tokenization.
Ia sedang mencoba mengubah serangkaian proses bisnis keuangan menjadi sistem on-chain yang bisa terus berjalan.
$DUSK #dusk
“Sekarang RWA mulai membicarakan pasar senilai triliunan, jadi apakah nanti semua aset harus ditokenisasi?”
Saat itu aku hampir saja menjawab, “Ya, tentu saja.”
Tapi setelah berpikir beberapa detik, aku merasa ada yang janggal.
Kalau aset menjadi Token, apakah otomatis otomatis menjadi lebih bernilai?
Belakangan aku membaca sebuah artikel yang baru diperbarui oleh Dusk pada 15 Agustus. Justru sebuah pandangan yang sederhana menamparku:
bagian paling bernilai dari tokenisasi tidak selalu memotong aset menjadi lebih kecil-kecil, melainkan menghubungkan seluruh “siklus hidup kepemilikan.”
Maksudnya apa?
Dulu, ketika sebuah perusahaan mencari pendanaan, prosesnya mungkin harus melewati penerbitan, verifikasi investor, pemesanan, pencatatan, transfer, pembagian dividen, pemungutan suara, penyelesaian… Setiap tahap bisa ditangani oleh lembaga dan sistem yang berbeda-beda, berganti-ganti seperti estafet.
Hasilnya adalah:
data yang sama dimasukkan ulang berkali-kali, diverifikasi ulang oleh orang yang berbeda, dan dikonfirmasi berulang-ulang.
Nah, ini masalah yang paling bikin pusing di keuangan tradisional.
Sedangkan ide @Dusk sekarang adalah membuat penerbitan, kualifikasi investor, pencatatan kepemilikan, transfer, aksi perusahaan, dan penyelesaian semaksimal mungkin berjalan di sekitar catatan on-chain yang sama dan terkontrol. Situs resminya juga saat ini menempatkan Dusk Trade sebagai infrastruktur dasar pasar yang dibangun untuk mengoordinasikan akses investor, pengikatan dompet, transfer terkontrol, dan penyelesaian.
Yang mungkin ingin benar-benar dihapus oleh RWA bukanlah sertifikat kertasnya, melainkan gesekan “rekonsiliasi bolak-balik” yang terjadi di sistem keuangan.
Dulu kupikir blockchain yang paling hebat adalah “memindahkan aset ke on-chain.”
Tapi sekarang aku justru merasa lebih penting adalah:
setelah aset dipindahkan ke on-chain, apakah ia bisa membuat aset tersebut berkurang perjalanannya ke beberapa departemen, berkurang isi formulirnya, dan berkurang beberapa kali verifikasi manual.
Kalau Dusk benar-benar bisa menjalankan hal ini, maka yang dibuatnya bukan sekadar Tokenization.
Ia sedang mencoba mengubah serangkaian proses bisnis keuangan menjadi sistem on-chain yang bisa terus berjalan.
$DUSK #dusk

