Mengapa orang-orang kuno sering bilang: menikah dulu harus menilai calon mertua perempuan?

Saat Anda berkunjung ke rumah pihak perempuan, kalau Anda melihat bahwa ayah mertua tegas, tegas dalam mengambil keputusan, bertanggung jawab, dan menjadi penopang utama keluarga, pada dasarnya Anda bisa merasa lebih tenang.

Karena anak perempuan yang tumbuh besar dalam keluarga seperti itu, biasanya lebih tahu mana yang benar, lebih paham menghormati, dan pernikahan tidak mudah mengalami masalah besar. Sebab sejak kecil ia melihat langsung tanggung jawab dan ketegasan yang seharusnya dimiliki seorang laki-laki, serta ia juga mengerti cara bergaul dan hidup bersama pasangan yang kuat.

Sebaliknya, kalau ayah mertua cenderung selalu “iya-iya”, bahkan saat minum alkohol pun harus diam-diam melihat raut wajah ibu mertua, sementara ibu mertua memegang kendali penuh, maka Anda perlu waspada. Ini bukan hanya pola interaksi di keluarga mereka, melainkan semacam “budaya keluarga” yang terbentuk perlahan-lahan. Kondisi ayah mertua saat ini, sangat mungkin menjadi gambaran “hari esok” Anda setelah menikah.

Anak perempuan yang lahir dari keluarga seperti itu sering kali tanpa sadar meniru kecenderungan ibunya untuk mengontrol dengan kuat, atau malah jatuh ke ekstrem yang lain. Saat itu, yang akan Anda hadapi bukan sekadar pasangan, melainkan “ibu mertua” lain yang menuntut Anda untuk bersikap hati-hati dan waspada.

Yang Anda pilih bukan hanya seorang istri, melainkan cara hidup yang harus Anda jalani selama puluhan tahun ke depan.