#哈萨克斯坦下调石油产量预期至9600万吨
Fasilitas Pipa Laut Kaspia Diserang! Kazakhstan Menurunkan Perkiraan Produksi Minyak 2026 menjadi 96 Juta Ton
Akibat konflik geopolitik dan serangan terhadap fasilitas energi penting, negara penghasil minyak utama di Asia Tengah, Kazakhstan, secara resmi mengumumkan penyesuaian target produksi tahunan. Menteri Energi Kazakhstan, Yerlan Akkenzhenov (Erlan Akkenzhenov), dalam rapat konferensi pers pemerintah menyatakan bahwa negara tersebut telah menurunkan perkiraan produksi minyak 2026 dari 98 juta ton menjadi 96 juta ton.

Data resmi menunjukkan bahwa alasan utama revisi produksi kali ini adalah fasilitas Pipa Konsorsium Laut Kaspia (CPC) berkali-kali diserang oleh drone dan menghadapi ancaman keamanan, sehingga jalur pengangkutan minyak mentah menjadi terhambat. Sebagai arteri utama ekspor minyak mentah Kazakhstan, pipa CPC menyalurkan sekitar 80% volume ekspor minyak mentah negara itu. Serangan berulang terhadap fasilitas dan penghentian sementara aktivitas pemuatan telah langsung menyebabkan kehilangan kapasitas produksi sekitar 3,5 juta ton.

Meskipun operator berupaya meredakan dampak dengan menunda sebagian rencana pemeriksaan berkala ladang-ladang minyak besar, kekurangan pasokan fisik yang dipicu oleh gejolak geopolitik sulit untuk dihindari. Para analis menilai, dengan persediaan minyak mentah global yang berada pada level terendah dalam beberapa tahun dan pasokan yang memang ketat, penurunan target produksi Kazakhstan tidak diragukan lagi menambah kembali risiko kenaikan (upside risk) serta ketidakpastian pasokan bagi pasar minyak mentah internasional.