Pemerintah akan mencetak uang terlalu banyak.

Ini bukan lagi sekadar spekulasi—ini sudah jadi pedomannya. Kalau Anda melihat jejak fiskal yang sedang kita jalani, drama batas utang, dan insentif politik di kedua sisi, ekspansi moneter adalah jalan paling minim perlawanan.

Ini alasan mengapa hal ini penting bagi investor:

1. Inflasi tidak akan hilang begitu saja. Suku bunga riil tetap negatif atau hanya sedikit positif, yang menghukum uang tunai dan memberi keuntungan pada aset-aset berwujud.

2. Degradasi nilai mata uang makin cepat. Daya beli dolar terkikis lebih cepat daripada yang ditunjukkan resmi oleh CPI. Inilah sebabnya orang beralih ke $BTC, emas, real estat, dan apa pun yang tidak bisa dicetak.

3. Harga aset menggelembung di seluruh lini. Saham, kripto, komoditas—semuanya yang dinilai dalam fiat akan disetel ulang ke angka yang lebih tinggi, bukan karena nilainya secara fundamental lebih besar, tetapi karena satuan pengukuran (dolar) nilainya makin rendah.

4. Kesenjangan kekayaan melebar. Mereka yang memegang aset diuntungkan. Mereka yang memegang uang tunai atau pendapatan tetap dihancurkan. Ini bukan pernyataan moral—ini hanya matematika.

Kondisi makronya sudah jelas: likuiditas akan kembali, baik lewat QE, stimulus fiskal, atau operasi “backdoor” dari The Fed. Bersiaplah sesuai itu. Miliki aset langka. Hindari uang tunai berjangka panjang. Siklus ini menghargai mereka yang paham bahwa mesin pencetak uang—“goes brrr”—bukan meme—melainkan kebijakan.