Harga Minyak Memperpanjang Kerugian — Brent Turun di Bawah $90
Harga minyak internasional terus mengalami tren penurunan pada 25 Agustus, dengan minyak mentah Brent merosot di bawah angka $90. Berdasarkan kutipan terbaru, kontrak berjangka Brent turun 1% menjadi $89.639/barel, sementara WTI turun hampir 2% menjadi $83.339/barel. Brent sebelumnya sudah kehilangan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya dan saat ini masih berputar di sekitar $92.
Tekanan utama datang dari AS yang memperketat sanksi ekonomi terhadap Iran dan mitra perdagangannya, yang ditujukan untuk memulihkan arus energi normal melalui Selat Hormuz. Pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, seiring trader menjadi kurang khawatir terhadap gangguan pasokan dalam waktu dekat. Sementara itu, futures indeks Asia beragam, dengan investor menunggu detail lebih lanjut terkait ancaman sanksi AS dan menyoroti laporan kinerja Nvidia yang akan datang.
Menariknya, kenaikan Bitcoin di atas $80.000 pada hari yang sama justru berseberangan dengan lemahnya minyak. Para analis berpendapat program pembelian kembali obligasi (bond buyback) Pemerintah AS telah melemahkan dolar, sehingga mendorong kripto, sekaligus memberi dampak yang beragam pada komoditas yang dihargakan dalam dolar.
#OilHoldsLosses
Harga minyak internasional terus mengalami tren penurunan pada 25 Agustus, dengan minyak mentah Brent merosot di bawah angka $90. Berdasarkan kutipan terbaru, kontrak berjangka Brent turun 1% menjadi $89.639/barel, sementara WTI turun hampir 2% menjadi $83.339/barel. Brent sebelumnya sudah kehilangan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya dan saat ini masih berputar di sekitar $92.
Tekanan utama datang dari AS yang memperketat sanksi ekonomi terhadap Iran dan mitra perdagangannya, yang ditujukan untuk memulihkan arus energi normal melalui Selat Hormuz. Pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, seiring trader menjadi kurang khawatir terhadap gangguan pasokan dalam waktu dekat. Sementara itu, futures indeks Asia beragam, dengan investor menunggu detail lebih lanjut terkait ancaman sanksi AS dan menyoroti laporan kinerja Nvidia yang akan datang.
Menariknya, kenaikan Bitcoin di atas $80.000 pada hari yang sama justru berseberangan dengan lemahnya minyak. Para analis berpendapat program pembelian kembali obligasi (bond buyback) Pemerintah AS telah melemahkan dolar, sehingga mendorong kripto, sekaligus memberi dampak yang beragam pada komoditas yang dihargakan dalam dolar.
#OilHoldsLosses