Jepang telah mulai melepas cadangan minyak strategisnya—pelepasan terbesar yang pernah dilakukan dengan sekitar 80 juta barel, setara dengan 45 hari konsumsi—sebagai respons terhadap blokade yang efektif terhadap Selat Hormuz, titik choke kritis bagi impor minyaknya. Langkah drastis ini diambil karena kerentanan ekstrem Jepang, sebab Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90% minyak mentahnya. Pelepasan dimulai dengan cadangan sektor swasta pada Maret 2026, diikuti oleh stok yang dimiliki negara, dan terjadi bahkan ketika total cadangan Jepang termasuk yang terbesar di dunia, sekitar 470 juta barel (pasokan 254 hari) pada awal 2026. Menjelang Agustus 2026, penarikan ini telah menurunkan cadangan minyak Jepang sebesar 18%.