@Dusk
Awalnya saya mengira agregasi BLS milik Dusk lebih banyak merupakan trik penghemat bandwidth. Tetapi semakin saya melihatnya, bitset yang menempel pada tanda tangan agregat justru terasa lebih penting daripada kompresinya itu sendiri. Setiap anggota komite memiliki indeks, dan bitset mencatat secara persis anggota mana saja yang menyumbangkan tanda tangan mereka. Artinya, jaringan bisa membawa satu tanda tangan ringkas namun tetap mempertahankan identitas para pemilih di belakangnya. Saya menganggap perbedaan ini menarik karena agregasi biasanya membuat saya berpikir tentang menghapus detail. Di sini, sebagian detail dihapus dari format pesan, tetapi protokol tetap mempertahankan struktur yang cukup untuk merekonstruksi siapa yang benar-benar ikut berpartisipasi. Hal ini penting karena suara komite diberi bobot berdasarkan kredit, dan hadiah serta penalti di kemudian hari bergantung pada mengetahui pemilih mana yang relevan. Jadi bukti ringkas tetap perlu memiliki catatan keanggotaan yang presisi di sampingnya. Mungkin bagian yang berguna dari agregasi bukan sekadar membuat pesan konsensus menjadi lebih kecil, melainkan memutuskan informasi mana yang bisa dikompresi dengan aman dan mana yang tidak.
Ini membuat saya bertanya-tanya seberapa banyak “ketertingkatan” (succinctness) yang bisa ditanggung oleh sebuah bukti konsensus sebelum akuntabilitas mulai hilang?
@Dusk #dusk $DUSK
Awalnya saya mengira agregasi BLS milik Dusk lebih banyak merupakan trik penghemat bandwidth. Tetapi semakin saya melihatnya, bitset yang menempel pada tanda tangan agregat justru terasa lebih penting daripada kompresinya itu sendiri. Setiap anggota komite memiliki indeks, dan bitset mencatat secara persis anggota mana saja yang menyumbangkan tanda tangan mereka. Artinya, jaringan bisa membawa satu tanda tangan ringkas namun tetap mempertahankan identitas para pemilih di belakangnya. Saya menganggap perbedaan ini menarik karena agregasi biasanya membuat saya berpikir tentang menghapus detail. Di sini, sebagian detail dihapus dari format pesan, tetapi protokol tetap mempertahankan struktur yang cukup untuk merekonstruksi siapa yang benar-benar ikut berpartisipasi. Hal ini penting karena suara komite diberi bobot berdasarkan kredit, dan hadiah serta penalti di kemudian hari bergantung pada mengetahui pemilih mana yang relevan. Jadi bukti ringkas tetap perlu memiliki catatan keanggotaan yang presisi di sampingnya. Mungkin bagian yang berguna dari agregasi bukan sekadar membuat pesan konsensus menjadi lebih kecil, melainkan memutuskan informasi mana yang bisa dikompresi dengan aman dan mana yang tidak.
Ini membuat saya bertanya-tanya seberapa banyak “ketertingkatan” (succinctness) yang bisa ditanggung oleh sebuah bukti konsensus sebelum akuntabilitas mulai hilang?
@Dusk #dusk $DUSK
