Putaran kali ini, imbal hasil obligasi AS melonjak hingga 5,33%, dengan inti masalah terletak pada keraguan terhadap keberlanjutan fiskal AS. Pada triwulan III, rencana penerbitan utang mencapai 739 miliar dolar AS, ditambah lagi penyerapan dana besar oleh emiten raksasa teknologi yang menerbitkan obligasi lebih dari 220 miliar dolar AS, sehingga terjadi kelebihan penawaran obligasi pemerintah. Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak, ekspektasi inflasi kembali menguat, jalur kebijakan The Fed masih tidak jelas, dan semuanya bersama-sama meningkatkan imbal hasil jangka panjang. Perlu dicatat bahwa pada 2022–2025, imbal hasil obligasi AS naik dari 2% menjadi 5%+, namun harga emas justru naik lebih dari 150%; pada 18 Agustus saat suku bunga memuncak, harga emas melonjak 4% dalam waktu singkat, yang mengonfirmasi bahwa emas telah menjadi instrumen lindung nilai berbasis kepercayaan (credit hedge). Di pasar saham AS, indeks semikonduktor Philadelphia turun 5,45% dalam seminggu, yang menegaskan kerapuhan sektor-sektor dengan valuasi tinggi. Saran: turunkan porsi saham pertumbuhan, dan tingkatkan alokasi untuk emas, energi, serta aset berdividen tinggi. Berakhirnya era suku bunga rendah global mengharuskan logika investasi bergeser dari ‘pemujaan pertumbuhan’ menjadi ‘arus kas adalah raja’.$XAU
$SNDK
$KORU
#韩股KOSPI200夜盘期货跌1.77% #三星SK海力士杠杆ETF首现月度净流出 #黄金
$SNDK
$KORU
#韩股KOSPI200夜盘期货跌1.77% #三星SK海力士杠杆ETF首现月度净流出 #黄金
