Siklus pasar sering dirangkum menjadi empat tahap: akumulasi, kenaikan, distribusi, dan penurunan, namun itu bukan jam yang presisi. Pada fase akumulasi, sentimen cenderung lesu dan harga berfluktuasi; pada fase kenaikan, tren dan perhatian meningkat; pada fase distribusi, kabar baik sering muncul tetapi kenaikan kurang bertenaga, dan dana awal mungkin melakukan aksi ambil untung; pada fase penurunan, likuiditas menyusut dan kepanikan meluas. Analisis siklus hanya membantu membangun skenario, bukan menjamin prediksi titik balik. Cara yang lebih aman adalah melakukan rencana bertahap, mengendalikan leverage, serta mengamati volume transaksi, likuiditas makro, dan sentimen pasar, bukan hanya terpaku pada satu “puncak ajaib”.