Jepang berada dalam situasi sulit karena utangnya sendiri, dan ini secara langsung berdampak pada pasar kripto.
​Inti masalahnya:
​Bank of Japan memangkas pembelian: Sebelumnya bank sentral memegang sekitar ~50% dari seluruh obligasi pemerintah (JGB), namun sejak 2024 mereka mengurangi pembeliannya.
​Mencari pembeli baru: Warga biasa saat ini hanya memegang 2% utang tersebut. Untuk memotivasi investor ritel, Kementerian Keuangan menawarkan agar obligasi dimasukkan ke dalam program preferensial New NISA serta memberikan keringanan untuk warisan.
​Imbal hasil meningkat: Imbal hasil obligasi sudah berada di level tertinggi beberapa tahun terakhir. Jika investor ritel tidak membeli utang ini, membiayai sistem negara akan menjadi sangat sulit secara kritis.
​Mengapa ini penting bagi kita?
Jepang selama bertahun-tahun menjadi sumber likuiditas murah bagi seluruh dunia (yen carry trade). Kenaikan suku bunga di Jepang menekan modal global dan memicu turbulensi di pasar-pasar tradisional, yang kemudian dengan cepat merembet ke kripto.
​Akankah investor ritel menyelamatkan pasar, atau BOJ lagi-lagi harus menyalakan mesin cetak uang?
#JPY #Japan
#BitcoinOpenInterestFallsToTwoMonthLow
#BitcoinRises23.6%Weekly
$BTC
$NVDAB
$SOL