Aku pilih B.

Aku punya kebiasaan saat pakai sesuatu yang baru: jangan dulu bilang seberapa hebat itu; buktikan dulu kalau itu benar-benar bisa mengerjakan tugas buatku.

Begitu juga dengan agen AI. Mengumpulkan materi, membuat rangkuman, menjalankan beberapa proses yang berulang—lebih baik dulu diserahkan padanya. Itu memang bisa menghemat waktuku, dan secara alami aku akan makin sering menggunakannya. Soal batasan izin, menurutku bisa disetel sambil jalan—tidak perlu sejak awal membuat semuanya seperti sedang menulis panduan kontrol risiko perusahaan.

Tapi ada satu hal yang tidak akan bisa kuberi kelonggaran: uang, akun, menghapus sesuatu, dan mengirim pesan ke pihak luar. Keempat jenis izin itu sama sekali tidak boleh asal diberikan.

Intinya: aku bersedia membiarkan AI menjadi asisten, bahkan perlahan berubah jadi “orang yang bisa bekerja sendiri”, tapi syaratnya adalah ia harus dulu menunjukkan padaku: bukan cuma pandai bicara, kamu benar-benar bisa diandalkan.