16 Agustus, tim Dusk mendeteksi lagi aktivitas tidak normal terkait dompet penjangka (bridge). Layanan bridge pun segera dihentikan, alamat terkait ditarik kembali, dan dompet web diberi daftar hitam untuk pemblokiran. Pihak resmi kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada dana pengguna yang terdampak. Respons pertama yang muncul di benak saya bukanlah "sekali lagi terhindar dari musibah", melainkan "ini sudah kali kedua dalam setengah tahun".

Saya masih ingat jelas kejadian di bulan Januari. Kali itu, dompet bertanda tangan (signing wallet) dari lapisan operasional tim juga bermasalah, dan seperti biasa, main chain sebenarnya tidak ada masalah; yang bermasalah ada pada "pekerjaan yang diatur oleh manusia" dalam lingkaran operasional yang mengelilingi protokol. Kali ini pada bulan Agustus, detailnya hampir seperti dicetak dari cetakan yang sama—sistem monitoring mendeteksi anomali, menghentikan layanan, mengoordinasikan bursa untuk memblokir aliran dana yang mencurigakan, lalu menambahkan daftar hitam setelahnya. Prosedur penanganan kedua insiden itu sama-sama profesional dan responsnya pun tidak lambat, tetapi yang lebih saya perhatikan adalah hal lain: jenis masalah yang sama muncul dua kali dalam setengah tahun. Ini menunjukkan bahwa "penguatan" setelah insiden pertama, mungkin hanya berupa tambalan—belum menyelesaikan masalah mendasar.

Saya sudah bertahun-tahun berkecimpung di bidang ini. Saya sudah melihat terlalu banyak tim ketika menangani insiden keamanan, fokusnya seluruhnya tertuju pada "kerugian kali ini berapa, dan seberapa cepat kita menghentikan kebocoran". Sebaliknya, jarang sekali ada yang mau menjawab pertanyaan yang lebih tidak nyaman: mengapa celah dengan sifat yang sama bisa muncul untuk kedua kalinya di dalam sistem operasional yang sama. Kalimat bahwa lapisan protokol tidak bermasalah memang bisa dipercaya sekali. Kalau disebut dua kali, maka seharusnya timbul tanda tanya. Ini bukan meragukan kemampuan teknis Dusk, melainkan meragukan seluruh disiplin operasional di sekitarnya—manajemen kunci, persetujuan multi-signature (multisig), respons monitoring, dan seterusnya.

Kali ini tidak ada kerugian dana—apakah karena keberuntungan atau karena prosedurnya benar-benar sudah diperbaiki, belum bisa dipastikan sekarang. Namun bagi sebuah blockchain yang ingin menarik dana institusi, yang dilihat oleh tim kepatuhan (compliance) institusi dari dulu sampai sekarang bukanlah "apakah pernah terjadi insiden", melainkan "sudah berapa kali lubang yang sama terinjak". Catatan ini akan terus saya simpan.

Menurut Anda, jika jenis peristiwa keamanan yang sama terulang dua kali dalam setengah tahun, itu lebih patut dianggap sebagai "fluktuasi normal karena operasional terus melakukan penguatan", atau justru seharusnya menjadi alarm keras?
@Dusk $DUSK #dusk
A. 该敲警钟,复现本身就是信号
50%
B. 算正常,只要没损失就不算大问题
50%
C. 得看具体加固措施有没有真落地,不能只看有没有复现
0%
4 Voting • Voting ditutup