Blackbird Ventures telah mengumpulkan dana sebesar A$1,05 miliar, sekaligus mencatat rekor untuk penggalangan dana modal ventura terbesar dalam satu putaran di Australia dan Selandia Baru. Menurut Sina Finance, Morgan Stanley Investment Management, Schroders, dan Adams Street Partners termasuk di antara institusi internasional yang ikut membiayai, di samping dukungan berkelanjutan dari dana pensiun Australia dan dana kekayaan negara.

Mitra Blackbird, Samantha Wang, mengatakan bahwa sebelumnya investor internasional menganggap perusahaan yang didirikan di wilayah tersebut terbatas pada pasar lokal. Ia mencontohkan, antara lain, perusahaan telehealth Eucalyptus yang tahun ini dijual kepada kompetitor asal AS dengan nilai A$1,6 miliar, serta startup pengemudian otonom Zoox yang dijual ke Amazon pada 2020 dengan nilai A$1,5 miliar.

Blackbird mengatakan pihaknya berfokus pada investasi tahap awal pada perusahaan-perusahaan baru yang memiliki potensi global, lalu menambahkan modal untuk memperkuat kepemilikannya. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka pertama kali berinvestasi sebesar A$250.000 di Canva dan hingga kini masih memiliki sekitar 10% perusahaan tersebut, sehingga menjadikannya pemegang saham eksternal terbesar. Saat ini, Blackbird menilai Canva sebesar $35 miliar, turun dari $42 miliar tahun lalu.

Investasi Blackbird terbaru juga mencakup perusahaan agritech Selandia Baru Halter dan grup infrastruktur AI Baseten, yang didirikan bersama oleh matematikawan asal Australia. Menurut Samantha Wang, Blackbird berinvestasi sebesar $143 juta pada Baseten, yang merupakan investasi tunggal terbesar mereka hingga saat ini, dan putaran tersebut menilai Baseten pada $13 miliar.

Penggalangan dana ini adalah contoh lain dari dukungan luar negeri bagi industri modal ventura Australia yang lebih kecil. Tahun lalu, investor institusional AS ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana senilai $420 juta Airtree Ventures.