$TRUMP
$XAU Minyak terus melintasi Selat Hormuz meski
risiko perang

Sepertinya Selat Hormuz belum sepenuhnya menghentikan pergerakan minyak, meskipun meningkatnya risiko keamanan. Perusahaan-perusahaan besar terus mengangkut minyak mentah melalui jalur vital tersebut, didorong oleh diskon besar dari para produsen yang menutupi kenaikan biaya pengiriman dan asuransi.

Patrick Pouyan, CEO TotalEnergies, mengatakan perusahaan tetap mengangkut minyak melalui selat tersebut dengan menguntungkan. Ia menyebutkan bahwa minyak dijual dengan diskon hingga 30 dolar per barel dibandingkan harga Brent, sehingga biaya tambahan melintasi selat masih bisa ditanggung.

Sebelumnya, minyak mentah Brent sempat menembus lebih dari 90 dolar per barel. Sementara itu, sebagian minyak mentah yang berasal dari kawasan tersebut dijual pada kisaran 50 hingga 60 dolar per barel, kata Pouyan, seiring kebutuhan produsen untuk menyalurkan pasokan mereka dan menjangkau pasar.
#BTCReaches$80000 #OilHoldsLosses #KOSPI200NightFuturesFall1.77% #GoldHits$4700EndingSixMonthCorrection #SKHynixFalls5.63%AfterUnionRejectsWageDeal