Dulu saya sering berpikir privasi dan kepatuhan (compliance) hampir seperti dua arah yang saling bertentangan. Satu pihak ingin menyembunyikan data, sementara pihak lain justru membutuhkan kemampuan untuk memeriksa, memverifikasi, dan melacak ketika diperlukan.
Saya sudah terbiasa dengan cara pandang itu cukup lama, jadi ketika membaca tentang Dusk Network, awalnya saya juga menunggu adanya semacam kompromi.
Namun semakin saya membaca dokumen, saya semakin harus berhenti pada sebuah gagasan lain: privasi tidak harus berarti bahwa semua hal harus benar-benar tidak terlihat.
Awalnya saya mengira Dusk Network hanya mencoba membuat transaksi lebih tertutup dengan zero-knowledge proofs. Lalu saya menyadari masalahnya terletak pada cara sistem mengatur siapa yang boleh melihat data.
Phoenix dapat menyembunyikan informasi transaksi, sementara mekanisme selective disclosure memungkinkan pengungkapan data tertentu kepada pihak-pihak yang berwenang. Moonlight tetap menjaga transparansi alur saat dibutuhkan.
Baru pada saat itu saya memahami bahwa pertanyaan yang saya ajukan selama ini ternyata keliru.
Bukan “privasi atau compliance?” melainkan “siapa yang perlu mengetahui apa, dan dalam konteks seperti apa?”.
Setidaknya dari sudut pandang saya saat ini, Dusk Network sedang mengubah trust model ke arah tersebut. Sistem ini tidak menuntut semua orang melihat kebenaran yang sama, tetapi berusaha menciptakan bukti yang cukup untuk verifikasi—namun membatasi hak untuk mengetahuinya.
Saya masih belum menganggap ini sebagai solusi yang sepenuhnya lengkap untuk compliance. Hukum tetap berada di luar blockchain.
Dan mungkin yang lebih patut dipikirkan adalah: Dusk Network tidak berusaha menghapus pertentangan, melainkan mencoba mengubah cara kita mendefinisikan pertentangan itu.
#dusk $DUSK @Dusk $BTC