🇸🇦 🇫🇷 🇨🇩 #SourateCrypto Edisi Khusus
MBS : Dari Paris ke Tembaga Kongo, Jalur Miliaran.
Mohammed Ben Salmane (MBS) melangkahkan kaki di karpet merah Paris. Di balik penghormatan, ada realitas ekonomi: uang dari Arab Saudi mencari proyek, Prancis mencari investor, dan RDK memiliki sumber daya strategis yang diperebutkan dunia.
Saat ini, Paris menjadi tuan rumah meja bundar Prancis–Arab Saudi yang membahas industri, kecerdasan buatan, infrastruktur, dan proyek-proyek besar masa depan.
Namun ketika perhatian tertuju ke Elysée, ada satu angka yang patut diperhatikan oleh Afrika: Pada 2025, Arab Saudi mengimpor sekitar 6,2 miliar dolar AS barang dari RDK, di antaranya hampir 6,1 miliar dolar untuk tembaga.
Inilah pesan yang sebenarnya: Prancis membawa keahlian industri, Arab Saudi membawa modalnya, RDK membawa mineral-mineral strategisnya.
Tantangan Kongo kini bukan lagi sekadar menjual tembaga, melainkan menegosiasikan pengolahan lokal, lapangan kerja, pemindahan teknologi, dan penciptaan nilai.
MBS saat ini berinvestasi di Prancis untuk proyek-proyek bernilai beberapa miliar euro. Lalu, mengapa tidak besok berinvestasi pada rantai pengolahan tembaga Kongo?
Masa depan milik bangsa-bangsa yang memahami bahwa mineral saja tidak menciptakan kekayaan; pabrik, keahlian, dan inovasilah yang melipatgandakannya.
Di antara Paris, Riyad, dan Kinshasa, mungkin terbentuk salah satu persamaan ekonomi paling strategis di dekade ini.
#ArabieSaoudite #cuivre #BinanceSquare #Investissement
MBS : Dari Paris ke Tembaga Kongo, Jalur Miliaran.
Mohammed Ben Salmane (MBS) melangkahkan kaki di karpet merah Paris. Di balik penghormatan, ada realitas ekonomi: uang dari Arab Saudi mencari proyek, Prancis mencari investor, dan RDK memiliki sumber daya strategis yang diperebutkan dunia.
Saat ini, Paris menjadi tuan rumah meja bundar Prancis–Arab Saudi yang membahas industri, kecerdasan buatan, infrastruktur, dan proyek-proyek besar masa depan.
Namun ketika perhatian tertuju ke Elysée, ada satu angka yang patut diperhatikan oleh Afrika: Pada 2025, Arab Saudi mengimpor sekitar 6,2 miliar dolar AS barang dari RDK, di antaranya hampir 6,1 miliar dolar untuk tembaga.
Inilah pesan yang sebenarnya: Prancis membawa keahlian industri, Arab Saudi membawa modalnya, RDK membawa mineral-mineral strategisnya.
Tantangan Kongo kini bukan lagi sekadar menjual tembaga, melainkan menegosiasikan pengolahan lokal, lapangan kerja, pemindahan teknologi, dan penciptaan nilai.
MBS saat ini berinvestasi di Prancis untuk proyek-proyek bernilai beberapa miliar euro. Lalu, mengapa tidak besok berinvestasi pada rantai pengolahan tembaga Kongo?
Masa depan milik bangsa-bangsa yang memahami bahwa mineral saja tidak menciptakan kekayaan; pabrik, keahlian, dan inovasilah yang melipatgandakannya.
Di antara Paris, Riyad, dan Kinshasa, mungkin terbentuk salah satu persamaan ekonomi paling strategis di dekade ini.
#ArabieSaoudite #cuivre #BinanceSquare #Investissement
